Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antara) - Industri semen merk Tiga Roda, PT Indocement Tunggal Prakarsa, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, melatih pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di lingkungan perusahaan untuk memproduksi kerajinan tangan dengan mengggunakan bahan baku dari limbah.

Head CSR Indocement Pabrik Tarjun, Yanuar Arif, Minggu, mengatakan, sedikitnya terdapat tiga sasaran yang ingin dicapai oleh manajemen dengan pelatihan ini.

"Pertama pelatihan untuk meningkatkan kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam melakukan pemilihan sampah, kedua meningkatkan kebersihan lingkungan sehingga desa menjadi bersih sehat dan hijau," kata Arif, melalui siaran persnya.

Serta menciptakan kreativitas warga, dan terbentuknya Usaha Kecil Menengah (UKM) baru yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi.

Pelatihan tersebut juga untuk mendorong terciptanya unit-unit Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), di bidang kerajinan tangan dan menjadi cirikhas yang bisa diunggulkan oleh daerah sekitar perusahaan, seperti, Tarjun, Langadai dan sekitarnya.

Kedepan, lanjut Arif, masyarakat yang sudah terlatih dan terampil mampu mengaplikasikannya kepada masyarakat di desa-desa yang lainnya di sekitar operasional pabrik.

Instruktur pelatihan, Virgowati Retnoningsih, menjelaskan jenis-jenis sampah yang dapat diolah kerjinan, seperti, plastik bungkus kopi, mie instans, minuman kemasan, dan bungkus plastik kemasan ulang, botol air mineral, gelas minuman.

"Kerajinan yang bisa diolah seperti, lampion hias, gelas-gelas dapat dijadikan hiasan jendela," terangnya.

Bungkus kopi, mie instans dan minuman kemasan juga dapat dijadikan dompet, tempat elektronik dan lain-lain.

Bentuk kerajinan lainnya dapat berupa bunga, gantungan kunci, souvenir-souvenir, peralatan bermain sekolah TK, tirai untuk teras rumah dan sebagainya.

Seorang peserta, Noor Hanifah, Desa Langadai, menuturkan, tertarik dengan pelatihan tersebut, karena limbah atau sampah yang selama ini sudah dibuang dan tidak ada nilainya, ternyata setelah diolah memimiliki nilai keindahan dan nilai ekonomis.

"Insya Allah, sampah yang selama ini berserakan di tempat tinggal kami, akan dipilih dan diolah agar bisa memberikan nilai tambah," ujarnya.

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari itu, diikuti 40 peserta dari beberapa desa binaan Indocement.



Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026