Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Bupati Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Bambang Alamsyah optimis daerahnya akan menjadi sentra pengembangan ternak sapi dan kerbau pada 2014 untuk memenuhi kebutuhan daging DI dalam dan luar provinsi.

Menurut Bupati di Pelaihari Kamis, Tanah Laut (Tala) siap menjadi sentra pengembangan ternak sapi di Kalimantan Selatan, terlebih saat ini wilayah itu merupakan daerah populasi sapi terbesar di Kalsel.

Jumlah ternak sapi di Kabupaten Tanah Laut saat ini mencapai 54.000 ekor dengan target pertumbuhan di atas 10 persen per tahun.

"Tanah Laut, tambah Bupati, merupakan pemasok kebutuhan daging untuk daerah lain di Kalsel, ditambah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur," katanya.

Menurut dia, 40 persen kebutuhan daging Kalsel dipasok dari Tanah Laut.

Kesiapan Tala sebagai daerah sentra ternak sapi juga ditegaskan Wakil Bupati Tala, Sukamta, bahwa perkembangan teknologi sekarang ini membuat kebutuhan pakan ternak lebih mudah diatasi, terlebih masih tersedia sumber alternatif seperti jagung dan cangkang kelapa sawit.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kalsel, Sabrie Madani menyebutkan, jumlah populasi ternak di Kalsel tahun ini mencapai 112 ribu ekor sapi, jumlah tersebut akan ditingkatkan dengan berbagai program.

"Dengan adanya penerapan teknologi dari Kemenristek, kami optimis dapat meningkatkan populasi sapi dan kerbau di 2014," katanya.

Menurut dia, populasi sapi dan kerbau di Kalsel pada 2013 ini mengalami penuruan jika dibandingkan pada 2011, untuk kerbau di Kalsel mencapai 136 ribu ekor.

Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta mengajak seluruh pihak di Kalimantan Selatan melaksanakan swasembada daging sapi 2014, yang menjadi rogram prioritas pemerintah dalam 5 tahun sejak 2010.

Menurut Hatta, pemerintah terus mendorong kesuksesan program nasional ini di Kalsel dengan menerapkan program pengembangan teknologi peternakan ruminansia besar di Balai Pengkajian dan Pengembangan Pertanian Terpadu (BP3T) Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (16/12).

Program yang dilakukan meliputi pelatihan inseminasi buatan, pelatihan pembuatan pakan awetan, pelatihan pembuatan pakan konsentrat, pembuatan silase, pakan organik, dan pelatihan pembuatan olahan bakso.

Hatta juga menetapkan BP3T Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut (Tala) sebagai pusat pelatihan peningkatan kemampuan SDM dimaksud dan menjadikan daerah ini sebagai sentra peternakan sapi.

"Kita rencanakan BP3T ini jadi pusat pendidikan SDM ini," katanya.

Menurut dia, pihaknya menyambut baik atas inisiasi stakeholder untuk mengembangkan, mengintegrasikan dan mensinergikan teknologi peternakan dalam satu klaster inovasi ruminansia besar di Kalsel.

Hal tersebut, merupakan terobosan menjadikan Kalsel sebagai salah satu penyedia daging nasional.



Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026