Banjarbaru (ANTARA) - Tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membantu Desa Tirta Jaya, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mengembangkan kawasan agroekoeduwisata berbasis pertanian terpadu (integrated farming).
"Kami laksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk membangun desa berkelanjutan melalui agroekoeduwisata," kata Anis Wahdi, tim dosen Fakultas Pertanian ULM di Banjarbaru, Jumat.
Bersama dua dosen lainnya, Fakhrur Razie dan Lyswiana Aphrodyanti, tim ULM melihat potensi Desa Tirta Jaya yang telah memiliki kawasan pertanian dengan beragam unit kegiatan, mulai perkebunan kelapa sawit, tanaman pangan, hortikultura, peternakan sapi, rumah jamur hingga rumah bibit.
Berbagai potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi kawasan yang tidak hanya memiliki fungsi produksi, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran pertanian bagi masyarakat.
Mitra utama dalam kegiatan pengabdian ULM ini, yakni Sentra Pemberdayaan Pemuda (SPP) Desa Tirta Jaya.
Kelompok pemuda tersebut didampingi agar mampu mengelola potensi pertanian desa menjadi layanan agroekoeduwisata yang edukatif sekaligus memiliki nilai ekonomi.a
Anis menyebut pengelola agroekoeduwisata diedukasi dan pendampingan mengenai berbagai tahapan budidaya tanaman, mulai dari pengolahan tanah, persiapan benih dan bahan tanam, penanaman, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga panen.
Penguatan kemampuan teknis tersebut diharapkan membuat pemuda pengelola tidak hanya mampu menjaga keberlanjutan unit pertanian, tetapi juga memahami materi yang nantinya disampaikan kepada pengunjung.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tim ULM juga mendukung penguatan sarana produksi pertanian.
Dukungan tersebut antara lain berupa benih, pupuk, perbaikan rumah bibit, serta penguatan sarana pengairan.
"Rumah bibit menjadi salah satu fasilitas yang diperkuat karena memiliki fungsi penting dalam sistem agroekoeduwisata," ungkap Anis.
Selain digunakan untuk mendukung penyediaan bibit bagi kawasan, fasilitas tersebut secara bertahap diarahkan menjadi salah satu titik pembelajaran bagi pengunjung.
Kemudian setiap unit juga dikembangkan agar memiliki fungsi edukasi. Rumah bibit, misalnya, dapat menjadi tempat mengenalkan proses pembibitan tanaman.
Kebun hortikultura dapat digunakan untuk memperkenalkan teknik budidaya, pemupukan, dan pengelolaan tanaman.
Sementara peternakan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan hubungan antara tanaman dan ternak dalam sistem pertanian terpadu.
"Melalui pendekatan ini, kawasan secara bertahap diarahkan menjadi laboratorium pembelajaran pertanian di tingkat desa," jelas Anis.
Kemudian bagi pengunjung diharapkan dapat memahami bahwa tanaman, ternak, tanah, bahan organik, dan berbagai sumber daya pertanian memiliki hubungan yang dapat dikelola secara terpadu.
Pewarta: FirmanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.