Banjarmasin, (Antaranews Kalsel)- Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Sekatan melalui Dinas Sumberdaya Air dan Drainase (SDA) setempat akan terus melanjutkan pembangunan siring Sungai Martapura kota setempat karena terbukti menciptakan keindahan kota tersebut.
"Kita akan lanjutkan pembangunan siring Sungai Martapura, agar kota kita tambah indah dan nyaman," kata Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu.
Menurut wali kota pembangunan siring yang ada di Jalan Pire Tendean dan Jalan Sudirman sudah memberikan bukti bahwa penganan sungai memberikan kenyamanan dan keindahan.
Bahkan lokasi siring yang dilengkapi dengan dermaga kapal klotok, taman kota, lampu hias, dan toilet tersebut kini sudah menjadi objek wisata warga kota sesuai yang diingikan semula.
Rencananya ke depan lokasi siring ini tidak sebatas di Jalan Sudirman dan Pire Tendean tetapi hampai ke arah tepian Jalan RK Ilir, dimana ada dermaga pendaratan kapal ikan air tawar.
Bila siring tersebut terwujug maka akan ada lokasi pasar soevenir (barang cenderamata) bagi wisatawan dan pasar kuliner (makanan khas setempat) tambah wali kota lagi.
Sementara itu Kepala Dinas SDA Banjarmasin, Ir Muryanta mengatakan pembangunan siring yang akan dilakukan ke depan adalah daerah Pasar Lama dan Pekapuran.
Pembangunan siring tersebut untuk menyambung pembangunan siring Sungai Martapura yang sudah terlebih dulu dibangun, yakni Siring Jalan Sudirman dan Siring jalan Pire Tendean.
Kedua siring yang sudah dibangun tersebut sepanjang 2,5 kilometer dengan dana yang dihabiskan dalam pekerjaan beberapa tahun belakangan ini mencapai Rp90 miliar.
Dana pembangunan siring tersebut ada yang berasal dari APBD Kota, APBD Provinsi tetapi, tetapi yang terbanyak dananya berasal dari APBN yang dikeluarkan Balai Besar Sungai Kementerian Pekerjaan Umum.
Pihak Balai Besar Sungai Kementerian PU akan tetap mendanai pembangunan siring di Banjarmasin tersebut, dan sekarang sudah meanggarkan dana Rp30 miliar.
Dana tersebut dikhususnya pembangunan siring di Pasar Lama sepanjang 500 meter tinggal bagaimana Pemkot Banjarmasin dalam hal ini Dinas Pasar berhasil membebaskan kawasan tersebut dari kegiatan pasar.
Pasar Lama yang akan dibangun siring tersebut sekarang masih dimanfaatkan sebagai lokasi pasar rakyat, karena itu untuk membebaskannya diperlukan pengkajian karena menyangkut kehidupan para pedagang di sana, tambahnya.
Tetapi bagaimanapun Muryanta berharap pembebasan kawasan Pasar Lama tersebut segera bisa dilakukan karena bila tidak dibebaskan maka dana Rp30 miliar yang disediakan Kementerian PU bisa dialihkan ke daerah lain.
Berdasarkan pemantauan dengan pembangunan siring di Kota Banjarmasin tersebut menciptakan kondisi Banjarmasin yang kian tertata, tak terlihat lagi kekumuhan di kawasan siring, apalagi sekarang dibangun berbagai fasilitas kepariwisataan air, seperti taman-taman bunga, lampu-lampu hias, tempat santai, dilengkapi pula dengan toilet untuk para pangunjung.
Bahkan dengan adanya siring sungai sering digelar atraksi budaya,pameran, dan aneka kegiatan di siring tersebut, terakhir munculnya warung aneka kuliner dan pasar terapung (floating market).
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.