Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengatakan, kini pemerintah sedang fokus mengembangkan infrastruktur untuk mendukung pengembangan sektor pertanian dan tanaman pangan.
Gubernur pada peringatan Hari Bakti ke-68 Pekerjaan Umum di Banjarmasin, Rabu, mengatakan, walau kini banyak proyek infrastruktur telah berjalan dengan baik, namun masih banyak pekerjaan rumah yang menunggu terkait pembangunan berbagai sarana prasarana jalan dan pengembangan sektor pertanian.
"Perbaikan-perbaikan infrastruktur itu, seperti sektor pengairan untuk pertanian, serta perbaikan jalan dan jembatan," katanya.
Gubernur mengungkapkan, menghadapi 2014, pemerintah banyak dihadapkan pada tantangan yang tak mudah, terkait pengelolaan sumber daya air, pembangunan jalan, pengadaan infrastruktur dasar pemukiman, serta tata ruang.
Secara nasional, tambah dia, berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, capaian sumber daya air ditunjukkan adanya peningkatan jaringan irigasi yang semula 5,8 juta hektare pada 2004 menjadi 7,2 hektare pada 2013.
Sedangkan pembangunan pembangunan jalan, lanjutnya, kemantapan jalan telah ditingkatkan dari 80,6 persen pada 2004 menjadi 92,5 persen pada 2013.
Sedangkan panjang jalan nasional telah ditingkatkan dari 34.628 km pada 2004 menjadi 38.569 km pada 2013.
"Sementara, peningkatan akses masyarakat terhadap air minum yang semula hanya 42,29 persen pada 2004 menjadi 58,05 persen, begitu juga akses untuk sanitasi semula 38,13 persen pada 2004 menjadi 58,60 persen," katanya.
Kepala Dinas PU Kalsel Martinus mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur pengairan, Kalsel masih dalam tahap pembangunan beberapa bendung dan embung.
"Ada beberapa yang dalam tahap pembangunan dan perbaikan, yakni Bendung Amandit (HSS), Pitap (Balangan), Batang Alai (HST), Folder Alabio," katanya.
Selain itu, juga bakal dibangunnya Bendung Kinarum di Tabalong yang bisa mengairi 1.200 hektare lahan pertanian milik masyarakat, dengan dana APBD Kalsel sebesar Rp30 miliar.
Sedangkan untuk pembangunan bendung dan embung di Kalsel pada 2014 mendapat kucuran dana dari APBN sekitar Rp200 miliar.
Terkait penyerapan dana APBD Kalsel 2013, Martinus mengatakan, penyerapannya telah mencapai 95 persen. Untuk 2014, ada beberapa proyek lanjutan, seperti Jembatan Pangeran Banjarmasin, perbaikan jalan, serta pembangunan kantor-kantor pemerintahan.
"Dana APBN yang dikucurkan untuk perbaikan infrastruktur di Kalsel mencapai Rp1,6 triliun," katanya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.