Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Atribut partai politik dan calon anggota legislatif yang belakangan ini berhamburan di mana-mana menjelang Pemilihan Umum tahun 2014, tak mempengaruhi kegiatan Adipura atau penilaian kebersihan kota.
"Sejauh bukan sampah, artibut parpol dan caleg tak pengaruhi pemantauan Adipura," ujar Octo Mulyanto Staf Asdep Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup selaku Koordinator Tim Pemantau Adipura Kota Banjarmasin, Rabu.
"Fokus Adipura ini kan kebersihan dan keteduhan lingkungan kawasan perkotaan yang menjadi penilaian," lanjutnya menjawab Antara Kalsel saat menyertai pemantauan tahap satu (P1) "kota seribu sungai" Banjarmasin tersebut.
Oleh karena itu, lanjut staf Asisten Deputi Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tersebut, dalam pemantauan Adipura, tak terikat dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang berkaitan dengan Pemilu 2014.
"Apakah bentuk dan jenis, serta letak atribut parpol dan caleg tersebut melanggar atau tidak melanggar PKPU, tak ada hubungan dengan pemantauan Adipura," demikian Octo.
Sebelumnya mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel Rakhmadi Kurdi berpendapat, program Adipura juga asih ada kaitan dengan masalah politik, yaitu kepemimpinan daerah.
"Karena keberhasilan atau ketidakberhasilan meraih Adipura yang merupakan penghargaan supremasi kebersihan itu, sangat tergantung ada kepemimpinan kepala daerah tersebut," tandasnya.
"Dari program Adipura akan terukur sampai sejauhmana kemampuan kepala daerah, baik bupati atau wali kota memotivasi atau mengajak warga masyarakat berpartisipasi dalam memelihara dan meningkatan kebersihan lingkungan kota," lanjutnya.
Menurut Rakhmadi Kurdi yang kini Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, ketidakberhasilan suatu daerah meraih Adipura, maka patut dipertanyakan kemampuan kepada daerah tersebut dalam memimpin.
"Sebaliknya keberhasilan meraih penghargaan Adipura, salah satu indikator pemimpin daerah tersebut mendapat dukungan atau disukai warga masyarakat, sehingga mau berpartisipasi," ujarnya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.