Oleh  Ulul Maskuriah

Barabai, (Antaranews Kalsel) - Petani Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan kini sedang mengembangkan produksi padi organik yaitu budidaya padi tanpa menggunakan pupuk kimia.


Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura HST Ir Kemat di Barabai, Selasa mengatakan, pihaknya sangat mendukung petani dalam mengembangkan produksi beras organik, karena memiliki nilai ekonomis tinggi dibanding beras non organik.

"Sebagai wujud dari dukungan tersebut, kami telah menyalurkan berbagai bantuan kepada para petani," katanya.

Bantuan tersebut antara lain, alsintan berupa 42 unit mesin perontok dan 495 unit handsprayer serta berbagai fasilitas pertanian untuk mendukung peningkatan produksi padi lokal.

Menurut Kemat, harga beras organik di luar daerah seperti di Jakarta cukup mahal, mencapai Rp25.000/kilogram serta mampu bertahan dalam kemasan selamam dua tahun.

Harga tersebut, bagi masyarakat yang peduli kesehatan tidak jadi masalah berarti, sehingga pasarnya cukup menjanjikan, mengingat kini banyak masyarakat yang mulai sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan mengonsumi makanan organik.

Namun demikian, kata dia, bagi warga Kalsel secara umum, harga Rp25.000 per kilogram dinilai masih terlalu mahal, dengan demikian perlu strategi pemasaran sehingga beras tersebut bisa terdistribusi dengan lancar dan tetap sasaran.

"Sehingga perlu penelitian mendalam agar beras yang dikembangkan benar-benar memenuhi syarat menjadi beras organik," ujarnya.

Bupati HST Harun Nurasid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan panen raya di lahan lebak Kelompok Tani Handil Sajiran.

Menurut dia, pengembangan lahan pertanian organik, selain memiliki nilai ekonomis tinggi, juga produksi panennya mampu menghasilan padi yang jauh lebih banyak yaitu mencapai 9 ton perhektar lebih tinggi dan melebihi standar yang ada yaitu 6-7 ton per hektar.

"Saya berkomitmen untuk memajukan sektor pertanian di daerah ini seperti di desa Kayu Rabah yang notabene memiliki mayoritas lahan lebak yang bisa ditanami di musim kemarau," katanya.

Menurut dia, banyak keunggulan pertanian di lahan lebak, selain bagus untuk pertanian, pada saat air dalam lahan tersebut potensial untuk bidang perikanan.

Bupati mengatakan, cukup banyak program stimulan baik itu program pembinaan petani dan nelayan yang akan terus digulirkan, melalui program SKPD terkait.

Pada kesempatan tersebut, Bupati HST bersama rombongan melakukan panen raya di lahan lebak Poktan Handil Sajiran, dilanjutkan silaturrahmi dengan tanya jawab bersama poktan dan warga Kayu Rabah.

Selain itu, bupati juga menyerahkansecara simbolis bantuan alsintan berupa 42 mesin perontok padi dan 495 unit handsprayer.

Turut berhadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK HST Hj Tintainah Harun Nurasid, Kepala BPP HST Zainuddin, Kepala Ketahanan Pangan HST Zainal Abidin, Kadishutbun HST Syaiful Bahri, Sekretaris Dinas PU Zaid, Kadisdik HST H Agung Parnowo, Pimpinan BRI dan Bank Kalsel, dan undangan lainnya.

Kelompok tani Handil Sajiran berjumlah 67 orang dengan luasan lahan 68 hektar yang sebagian besar bertanam di lahan lebak, saat ini telah dapat memanen hasil pertanian dengan penggunaan pupuk organik bio live yang ramah lingkungan.   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026