Tanjung (ANTARA) - Kelompok tani Desa Tinggiran II Luar Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang dilaksanakan pemerintahan desa setempat dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Barito Kuala.

Koordinator Kegiatan Pengembangan Padi Dinas Pertanian TPH Barito Kuala Pifit Fitriyanti SP, MM(Agr) mengatakan penguatan kemampuan petani melalui teknologi ramah lingkungan menjadi kunci peningkatan produktivitas.

Baca juga: Petani Kalumpang Tapin beralih tanam porang gantikan jagung

“Petani perlu didorong untuk menguasai teknik budidaya yang efisien dan aman bagi lingkungan agar hasil panen semakin optimal,” kata Fitriyanti, Jumat.

Pelatihan selama dua hari bertujuan meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani dalam menghadapi kondisi pertanian di wilayah kategori A.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tamban, Abdul Kadir juga mengapresiasi semangat para peserta yang dinilainya menjadi modal penting dalam menjawab tantangan teknis pertanian di tingkat desa.

Sementara itu Kepala Desa Tinggiran II Luar, Bahtiar menegaskan dukungan penuh pemerintah desa terhadap kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan serupa disampaikan Abi Thalhah, perwakilan PT Barito Galangan Nusantara salah satu anak perusahaan Adaro Logistics yang menekankan komitmen pihak swasta dalam memperkuat sinergi pertanian berkelanjutan.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber utama yakni Penyuluh Pertania Lapangan (PPL) Desa Tinggiran II Luar Rahmat Surya Dani SP terkait materi pemupukan organik serta permasalahan pertanian di wilayah kategori A, termasuk teknik pengelolaan lahan yang tepat.

Materi kedua disampaikan Alorisa Tirta Ardiyati SP, Penata Muda TK I/III-b soal   pemanfaatan asap cair dari sekam padi sebagai disinfektan, mulai dari proses pembuatan, manfaat, hingga potensi penggunaannya untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman.

Ketua Kelompok Tani Desa Tinggiran II Luar Subiani mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilainya membuka wawasan baru bagi petani.

“Banyak hal yang selama ini kami anggap sepele ternyata sangat berpengaruh pada hasil panen," ungkapnya. 

Baca juga: Polres Tanah Laut berdayakan petani lokal pasok SPPG Angsau Dua

Khususnya tentang pupuk organik dan pemanfaatan asap cair ternyata sangat membantu petani untuk mencoba langkah baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Semoga pelatihan dan pendampingan tetap dilaksanakan agar kemampuan kami semakin meningkat,” tambahnya.



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026