Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Pemerintah Kota Banjarmasin berkeinginan untuk dapat segera mewujudkan kepemilikan rumah dinas wali kota dan hal itu sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terkait pilihan lokasinya.

Menurut Wali Kota Haji Muhidin kepada wartawan di Balai Kota Banjarmasin, Senin, pihaknya telah memerintahkan pejabat instansi terkait di jajarannya untuk menindaklanjuti dan melobi pihak pemprov maupun DPRD Kalsel.

"Kami menghendaki adanya tukar guling (ruislag) antara gedung beserta tanah perpustakaan di kawasan Jalan Pire Tendean yang merupakan milik Pemprop Kalsel, dengan tanah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin di samping Rumah Sakit (RS) Ansari Saleh, karena tanah tersebut sesuai untuk perluasan rusah sakit Pemprop Kalsel tersebut," kata Muhidin.

Tukar guling itu diharapkan memperoleh persetujuan agar rumah dinas Wali Kota Banjarmasin bisa dibangun di lokasi perpustakaan milik Pemprov Kalsel di Jalan Pire Tendean, yang persis berada di tepian Sungai Martaputa.

Sesuai sejarah, Istana Raja Banjar selalu berada di tepian sungai. "Makanya sangat bagus jika rumah dinas wali kota berada di tepian sungai. Kalau tidak di lahan perpustakaan bisa saja di lokasi lain tetapi harus berada di tepian sungai," katanya.

Berdasarkan catatan, keinginan memiliki rumdin wali kota itu sudah lama didambakan pihak Pemkot Banjarmasin, mengingat hampir semua kota di tanah air memiliki rumah dinas wali kota, kecuali Banjarmasin.

Bahkan pihak Pemkot Banjarmasin pernah merencanakan membangun rumah dinas wali kota di Jalan Jafri Zamzam, tetapi karena terkendala tata ruang maka rencana itu pun di batalkan.

Beberapa periode jabatan Wali Kota Banjarmasin, wali kotanya hanya mendiami sebuah rumah dinas milik PDAM setempat di Jalan A Yani Banjarmasin.

Padahal menurut berbagai pihak Banjarmasin harus memiliki rumdin wali kota untuk membentuk citra bagi kota ini.



Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026