Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, merasa prihatin melihat kondisi Komplek Pasar Kemakmuran yang menjadi sentral pasar di wilayah tersebut yang tampak kotor dan kumuh.


"Pasar Kemakmuran yang menjadi induk pasar di Kotabaru, kondisinya sangat memprihatinkan, lapak kurang tertata, tali dan terpal tampak semrawut bergelantungan mengganggu pengunjung yang hendak berbelanja," kata Ketua Komisi III DPRD Kotabaru H Rusli Erfa, di Kotabaru, Rabu.

Beberapa tempat banyak ditemukan sampah yang berserakan, air menggenang di sana-sini yang membuat jalan kotor, dan pemadangan yang kurang nyaman dipandang mata.

"Penataan pasar yang tidak sesuai, ditambah lagi saluran air di bagian belakang pasar tidak lancar, bahkan di bak sampah dan beberapa titik tampak air yang tidak mengalir tersebut hitam, menimbulkan aroima yang tidak sedap," ungkapnya.

Kondisi semakin parah, manakala beberapa pedagang membuang sampah sembarangan, sehingga komplek pasar, terutama di pasar subuh dan sekitarnya tampak jorok dan kotor.

Ia meminta pemerintah daerah segera menata pasar tersebut agar bersih, dan lebih indah dari sebelumnya, bahkan idealnya pasar harusnya memiliki nilai keindahan bagi pengunjungnya.

Menurut dia, pengelolaan Pasar Limbur Raya yang jaraknya tidak jauh dari komplek pasar kemakmuran juga belum dilakukan secara maksimal, terutama untuk lantai tiga yang sampai sekarang masih kosong, belum ada aktivitas jual beli.

"Bangunan pasar yang menghabiskan APBD miliaran rupiah terlihat belum semua toko atau bedakan dimanfaatkan secara maksimal, sehingga terkesan mubazir," ujarnya.

Padahal, ujar Rusli, semua ruangan di dalam pasar bisa digunakan untuk berjualan oleh para pedagang. Sementara masih ada pedagang yang terpaksa berjualan di luar pasar.

  Untuk menghindari kekumuhan, dan menjaga ketertiban semua, toko yang belum dimanfaatkan di Pasar Limbur bisa dimanfaatkan oleh pedagang yang belum mendapatkan tempat berjualan, tinggal bagaimana aturan main apabila toko-toko tersebut sudah ada yang memilikinya   


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026