Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kalsel, HM. Arsyadie, Senin (7/3) mengatakan, keberadaan jalan layang guna mengurangi kemacetan lalu lintas di ibukota provinsi tersebut meru[akan dambaan masyarakat Kalsel.
"Kita sudah sampaikan rencana rinci pembangunan jalan layang ke pusat, sebagaimana permintaan mereka. Jadi kita tinggal menunggu persetujuan dari pusat," tandasnya usai rapat kerja dengan Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel.
"Kita berharap proses lelang rencana pembangunan jalan layang tersebut bisa tahun 2011 ini juga dan 2012 mulai pelaksanaan pekerjaan," demikian Arsyadie.
Perencanaan pembangunan jalan layang di "kota seribu sungai" Banjarmasin sejak beberapa tahun silam dan pembuatan desainnya dimulai sekitar dua tahun lalu.
Selain itu, Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan bersama DPU provinsi setempat beberapa waktu lalu, melakukan studi banding ke Jawa Barat, melihat dan mempelajari pembangunan jalan layang di "kota kembang" Bandung.
Pembangunan jalan layang di kota seribu sungai itu direncanakan sepanjang satu kilometer di Jalan A Yani mulai Km 3,5 sampai Km 4,5 atau muka Mapolresta Banjarmasin hingga depan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari.
Dengan dibangunnya jalan layang tersebut diharapkan kemacetan lalu lintas sekitar pertigaan Jalan A Yani/Gatot Soebroeto teratasi atau minimal berkurang, sehingga dapat memperlancar transpotasi dari Banjarmasin arah keluar kota atau sebaliknya.
Di Banjarmasin beberapa tahun terakhir hampir tiap hari terjadi kemacetan lalu lintas, terlebih pada jam-jam sibuk, seperti pagi hari saat bersamaan anak-anak pergi sekolah dan pegawai untuk masuk kerja, serta siang dan sore hari.
Beberapa simpul kemacetan di kota seribu sungai itu, antara lain, pertigaan Jalan A Yani/Gatot Soebroeto, dekat Pasar Kuripan, Pasar Lama dan Jalan Ujung Murung/Sudimampir sampai Jalan Pangeran Samudera dekat Masjid Noor./shn*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.