Martapura, (Antaranews.Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan mengembangkan kawasan pertanian terpadu di wilayah Kecamatan Gambut dan kecamatan lain di sekitarnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Banjar Boyke Triestianto di Martapura, Minggu, mengatakan pihaknya akan menyiapkan beberapa langkah untuk mewujudkan rencana pengembangkan kawasan itu.
"Pengembangan kawasan pertanian terpadu itu memerlukan waktu cukup lama sehingga kami mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mewujudkannya," ujarnya.
Ia menyebutkan langkah yang akan dilakukan mulai dari konsolidasi
lahan pertanian dan pembuatan kanal untuk tata guna air (hidrologi) dan transportasi serta pengendalian banjir.
Selain itu, juga dilakukan program intensifikasi dan ekstensifikasi kawasan pertanian dan peternakan yang cukup banyak dikembangkan masyarakat di kawasan tersebut.
"Intensifikasi diwujudkan melalui pemanfaatan lahan pertanian bukan hanya untuk menanam padi tetapi juga jagung, sedangkan ekstensifikasi berupa perluasan lahan pertanian dan peternakan," ungkapnya.
Menurut dia, pengembangan kawasan pertanian terpadu itu akan diiringi pembangunan instalasi biogas dengan memanfaatkan sampah pertanian dan peternakan, termasuk sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat.
"Pembangunan instalasi biogas dengan memanfaatkan limbah hasil pertanian seperti jerami yang sering dibakar pascapanen sehingga tidak lagi dikeluhkan karena memunculkan asap," ujarnya.
Selain itu, instalasi juga dapat mengolah sampah atau limbah padat maupun limbah cair rumah tangga sehingga menghasilkan sumber energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Kami sudah menyampaikan program ke Kemenristek dan direspons positif sehingga tinggal menunggu kajian untuk memulai pengembangan kawasan pertanian terpadu itu," katanya.
Ia menambahkan kawasan yang akan dijadikan pusat pengembangan pertanian terpadu itu bukan hanya di Kecamatan Gambut, tetapi kecamatan sekitarnya seperti Kecamatan Sungai Tabuk dan Kertak Hanyar.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.