Oleh Syamsuddin Hasan

  Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terutama para calon anggota legislatif di Kalimantan Selatan, diminta melakukan pendekatan relegi kepada masyarakat setempat.

"Pendekatan relegi itu penting, untuk mendapatkan simpati masyarakat, yang pada gilirannya bisa meraih suara pemilih sebanyak mungkin," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Kalsel Mardani H Maming, Sabtu (26/10) lalu.

"Terlebih lagi dengan pemuka agama dan ulama yang ada di daerah-daerah kabupaten, yang kental dengan nuansa Islami," lanjut politisi muda PDIP, yang juga Bupati Tanah Bumbu (Tanbu), Kalsel itu.

Karena, menurut politisi muda PDIP itu, penduduk Kalsel yang kini berjumlah 3,6 juta jiwa mayoritas Muslim dan terkenal dengan masyarakat yang relegius.

Selain itu, kader dan caleg PDIP harus saling bekerjasama untuk memperkuat basis di daerah masing-masing, guna memperoleh suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, ajaknya.

Guna pemenangan PDIP Kalsel pada Pemilu 2014, dia juga berhadap kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokawi) saat kampanye atau menjelang pencoblosan, yang tinggal sekitar enam bulan lagi.

"Dengan kehadiran sosok Jokawi nanti, kita berharap dapat mendongkrak perolehan suara partai, sehingga berpengaruh terhadap perolehan jumlah kursi caleg, terutama untuk calon anggota DPR-RI," demikian Mardani.

Pada Pemilu 2009, PDIP Kalsel hanya berhasil menempatkan seorang kader ke "Senayan" atau salah seorang dari 11 jatah anggota DPR-RI asal provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut.

Jatah anggota DPR-RI Kalsel lainnya pada Pemilu 2014, diraih Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat masing-masing dua orang.

  Kemudian PDIP, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing satu orang sebagai anggota DPR-RI.   


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026