Selain itu meninjau Sentra Produksi Pupuk Organik dari Kelompok Pemuda Tani "Dwiguna" Desa Jamil Kecamatan Labuan Amas Selatan dan Program Peningkatan Produksi Padi yang dirangkai Kegiatan Panen Raya Kelompok Tani "Karya Subur" Ilung Pasar lama, Ilung Kecamatan Batang Alai Utara.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati HST Faqih Jarjani, Kepala Dinas Pertanian HST Ir Kemat, Komandan Kodim 1002 HST Letkol Infanteri Heri Pribadi dan Jayadi Pimpinan PT Syngenta Wilayah Kalsel.
Dalam kesempatan temu lapang di Tabat Padang, Harun meninjau lokasi tanam kelompok tani dengan varietas "Situ Patenggang" yang memiliki keunggulan dari bibit benih lokal.
Varietas Situ Patenggang dikembangkan sejak 1998 oleh PT. Syngenta bersama empat kelompok tani di Kecamatan Haruyan.
Padi dari benih "Situ Patenggang" yang tumbuh subur di areal sawah Tabat Padang yang memiliki saluran irigasi dan dapat melaksanakan tiga kali masa tanam.
"Situ Patenggang" mempunyai keunggulan dengan masa tanam 115 hari, anakan banyak dan rumpun padi yang kuat sehingga menghasilkan produksi padi yang meningkat dibanding bibit benih lokal.
"Varietas Situ Patenggang tahan terhadap serangan hama dan penyakit, tingkat produksi meningkat untuk produksi varietas lokal menghasilkan 4-4,5 ton/hektare kalau dengan varietas Situ Patenggang meningkat menjadi enam ton/hektare†kata Zaini Ketua Kelompok Tani "Sumber Usaha".
Varietas itu sebenarnya benih yang ditanam di lahan tugal atau kering setelah diuji coba juga dapat tumbuh di lahan sawah, bulir padinya banyak dan nasi yang dimasak berbau harum khas.
Bupati Harun juga meninjau sentra Produksi Pupuk Organik Kelompok Pemuda Tani Dwi Guna Jamil, Kelompok Pemuda Tani yang kreatif dan inovatif diketuai Husaini dengan anggota 32 orang mengembangkan produk pupuk organik dari bahan utama pupuk kandang dan limbah kotoran kota yang diangkut dari TPA Telang.
Menurut Ketua Kelompok Pemuda Tani Dwi Guna Jamil, Husaini produksi pupuk organik yang mereka kembangkan sejak 2007 setiap bulan mampu berproduksi 40 ton dan dijual ke wilayah benua enam untuk areal sawah dan perkebunan sekitar 25 ton bulan.
Kunjungan terakhir Harun beserta rombongan menghadiri acara program nasional peningkatan produksi padi dan Panen Raya di Ilung Batang Alai Utara.
Varietas Padi yang dipanen adalah Ciehirang dengan masa tanam 100 hari, varietas itu telah dapat ditanam dalam dua kali masa tanam setahun.
Jika dibanding dengan varietas lokal satu borongan menghasilkan 8-9 kaleng tapi dengan varietas Ciehirang satu borongan memanen 17 kaleng gabah kering giling.
Varietas ditanam dilahan sawah Kelompok tani "Karya Subur" yang diketuai Herdinansyah beranggotakan 35 orang dan memiliki areal sawah 40 hektare.
Pimpinan PT Syngenta Wilayah Kalimantan Selatan Jayadi mengungkapkan, gerakan peningkatan produksi padi merupakan program nasional yang harus disukseskan bersama.
"PT Syngenta selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemkab HST, BPP dan dinas pertanian dan melakukan pendampingan serta penyuluhan kepada para petani agar tujuan peningkatan produksi padi dapat menjadikan HST tetap daerah surplus dan petani makin sejahtera," katanya.
Menurut dia, beragam produk pertanian dikembangkan dalam rangkaian penelitian dan uji coba serta kemanfaatannya dapat dirasakan petani HST. PT Syngenta telah mengembangkan 40 Demplot untuk memberikan informasi dan penyuluhan.
Di Kalsel umumnya dan HST khususnya beruntung tidak ada bencana dan harga padi meningkat rata-rata Rp4.500/kilogram gabah kering giling, hal itu menguntungkan petani.
Diharapkan tidak ada lahan tidur sehingga petani dapat memaksimalkan produksi. Target kebutuhan nasional 70 juta ton Kalimantan selatan 2 juta ton dan Hulu Sungai Tengah 187.000 ton.(Humas HST/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.