Oleh Yose Rizal

Banjarbaru,  (Antaranews Kalsel) - Puluhan ribu pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar Kota Banjarbaru dan Martapura, Kalimantan Selatan, bakal kesulitan air bersih selama sepekan sejak tanggal 25 Oktober 2013.

Kepala Sub Bagian Umum PDAM Intan Banjar M Azwar di Banjarbaru, Kamis mengatakan, hal itu terjadi karena kegiatan pembersihan saluran irigasi Riam Kanan yang airnya menjadi sumber air baku perusahaan itu.

"Pembersihan dilakukan Asosiasi Perikanan melalui kerja bakti selama empat hari di sepanjang saluran primer irigasi untuk membersihkan dari gulma dan tumbuhan air lainnya," ujar dia didampingi Kabag Produksi Mahmud.

Ia mengatakan, pembersihan saluran primer irigasi berdampak pada menurunnya ketinggian air sehingga tidak bisa diambil dan diolah Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Pinus menjadi air bersih kemudian di distribusikan kepada pelanggan.

Dijelaskan, sumber air baku yang diolah PDAM Intan Banjar menjadi air bersih berasal dari saluran irigasi Riam Kanan melalui pengolahan IPA II Pinus yang merupakan instalasi utama bagi perusahaan daerah tersebut.

"Pelanggan yang akan mengalami gangguan distribusi air bersih adalah pelanggan zona utama yang dilayani IPA II Pinus dengan jumlah pelanggan mencapai 25 ribu sambungan rumah," ungkapnya.

Disebutkan, zona utama di Kota Banjarbaru meliputi Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Guntung Payung, Guntung Manggis, Sungai Ulin, Sungai Besar, Cempaka hingga kawasan Jalan Trikora di pinggiran kota.

Sedangkan di Martapura meliputi Martapura Kota, Dalam Pagar, Telok Selong, dan sebagian Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru yang masih dialiri air bersih dari IPA II Pinus.

"Pelanggan yang berada di zona utama dan air bersihnya dipasok IPA II Pinus otomatis terkena dampak karena ketersediaan air baku dalam saluran irigasi untuk diolah menjadi air bersih tidak mencukupi," ujarnya.

Dikatakan, saat ini ketinggian air di saluran irigasi masih tersisa 55 centi meter dari ketinggian normal antara 80-100 centimeter akibat penyusutan karena musim kemarau.

"Penyusutan air baku di saluran irigasi itu sudah berdampak terhadap penurunan produksi air, ditambah pembersihan saluran yang bisa membuat produksi air bersih dari IPA II Pinus terhenti," katanya.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026