Menurut Bupati
Tanbu Mardani H Maming dalam beberapa kesempatan menyebutkan, inovasi pelayanan
bengkel gratis bagi petani yang peralatannya mengalami kerusakan itu
dimaksudkan untuk mendorong peningkatan produktifitas hasil pertanian petani,
sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani daerah.
Sejauh ini ungkap
Mardani, petani kesulitan mencari bengkel yang secara khusus melayani reparasi peralatan pertanian
seperti hand traktor dan alat perontok padi. Jika ada pun, tak sedikit biaya
yang harus dikeluarkan petani.
“Dengan program
layanan bengkel gratis tersebut, kita berharap akan berdampak ganda bagi
petani. Selain akan memberikan dampak pada produktifitas hasil pertanian petani
karena kendala kerusakan bisa cepat teratasi, yang pada gilirannya juga mampu
berdampak pada peningkatan kesejahteraan para petani kitaâ€, sebut Mardani.
Senada dengan
Mardani, Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Perkebunan
(BP4K) Tanbu H Rahmat mengatakan program layanan bengkel gratis itu akan
direalisasikan pemerintah daerah melalui BP4K pada tahun anggaran 2014 ini.
"Sebagai tahap
awal implementasi program itu kita sudah melaksanakan kegiatan penunjang
program yakni melalui kegiatan pelatihan teknik perawatan dan perbaikan hand traktor
oleh petani kitaâ€, sebut H Rahmad, Jumat(17/1)
pekan lalu. Setidaknya imbuhnya lagi, pada Kamis (16/1) lalu pihaknya
menggelar pelatihan perawatan dan perbaikan hand traktor di Pagatan Kecamatan
Kusan Hilir.
Kegiatan pelatihan
teknik perawatan dan perbaikan yang digelar pihaknya itulah sambungnya, yang
merupakan cikal bakal dari program layanan bengkel gratis bagi petani itu.
Paling tidak katanya lagi, melalui kegiatan pelatihan tersebut petani Tanbu akan memiliki keahlian lain
berupa teknik perawatan dan perbaikan peralatan pertanian yang beberapa
diantaranya merupakan peralatan pertanian bantuan dari Pemkab Tanbu.
Dibagian lain H
Rahmat membeberkan, ada lima hal penting yang harus diperhatikan petani dalam
menggunakan dan merawat hand traktor. Hal paling mendasar ungkapnya
adalah, kondisi oli mesin. Selanjutnya
adalah kondisi air radiator, bahan bakar atau solar, teknik penyimpanan usai
pemakaian, dan yang terakhir adalah pengecekan piranti atau bagian dari
komponen peralatan yang dimungkinkan kendor atau tak stabil usai pemakaian.
Secara sederhana
imbuhnya lagi, untuk penggantian oli harus dilakukan 50 jam pertama dan seratus
jam berikutnya dari pemakaian. Untuk penggunaan air radiator, air yang digunakan harus air yang bersih, tidak diperbolehkan
menggunakan air sawah yang keruh. Untuk
bahan bakar solar yang digunakan harus asli atau bukan solar yang dicampur
dengan bahan bakar cair lainnya. Dan usai pemakaian peralatan harus disimpan
ditempat yang aman dan tidak boleh terkena matahari secara langsung.
Sementara itu terkait
kegiatan pelatihan perbaikan dan perawatan hand traktor yang diikuti sebanyak 100
peserta dan digelar di Gedung 7 Pebruari Pagatan Kecamatan Kusan Hilir, dibuka
langsung oleh Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Fadliansyah Akbar
mewakili Bupati Mardani H Maming.
Bupati Mardani H
Maming dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Fadliansyah Akbar mengatakan, sejauh
ini pemerintah daerah sangat berkomitmen dan konsisten dalam merealisasikan
beragam program strategis dengan proyeksi peningkatan kesejahteraan petani.
Mulai dari penyaluran bantuan peralatan pertanian berupa hand traktor, bantuan bibit
dan bantuan pupuk.
“Beragam bantuan
itu idealnya harus dijaga dengan baik khususnya bantuan berupa hand traktorâ€,
sebut Mardani dalam sambutan tertulisnya. (Adv/Relhum/ant)
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.