Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah menyatakan, pada dasarnya lembaga perwakilan rakyat tersebut siap mendukung prioritas anggaran pendidikan di provinsinya.
"Sejauh prioritas programnya jelas, terlebih untuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel, kami akan dukung penyediaan anggaran tersebut," tandasnya, di Banjarmasin, Kamis.
"Namun perlu diingat, banyak hal yang berkaitan dengan IPM, bukan cuma sektor pendidikan, tapi juga kesehatan dan pembangunan lain," lanjutnya menanggapi penjelasan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel Ngadimun.
Menurut Kolonel Infantri purnawirawan itu, prioritas program Disdik provinsinya tahun 2014 dalam upaya meningkatkan IPM di Kalsel, cukup baik, dan tampaknya menunjukkan peningkatan.
Keberadaan Kepala Disdik Kalsel, di "Rumah Banjar" (Gedung DPRD Kalsel) untuk melakukan pembahasan awal terhadap Kebijakan Umum Anggaran/Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) RAPBD 2014 provinsi tersebut.
Sesuai skala prioritas perencanaan kegiatan atau pembangunan bidang pendidikan, Ngadium berharap, khusus anggaran untuk Disdik Kalsel tahun depan sekitar 15 perse dari APBD 2014 provinsi setempat.
"Prioritas perencanaan pembangunan pendidikan, terutama pada Disdik Kalsel, antara lain menigkatkan partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) sederajat," ungkapnya.
Selain itu, meningkatkan partisipasi Sekolah Memengah Pertama (SMP)/sederajat, serta Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat, lanjutnya menjawab wartawan, usai rapat bersama Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel.
Ia menerangkan, hingga kini Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk PAUD masih di bawah 50 persen, kecuali APK SD/sederajat melampaui 100 persen dari target atau di atas ideal.
Sementara APK SMP/sederajat dan SMA/sederajat di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut sampai sekarang masih di bawah 90 persen, sedangkan idealnya minimal 95 persen, demikian Ngadimun.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.