Kotabaru, 30/9 (Antara) - Harga Tandan Besar Segar (TBS) kelapa sawit di perkebunan kelapa sawit Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, beberapa hari terakhir mulai membaik.
Seorang pengusaha TBS di Kotabaru, Sunarso, Senin, mengatakan, harga TBS di tingkat petani pekan ini naik sebesar Rp55 per kg.
"Harga TBS naik tetapi tidak signifikan, yakni, sebesar Rp55 per kg," jelasnya.
Kenaikan tersebut berawal saat Pabrik Kelapa sawit (PKS) menaikkan harga TBS yang masuk untuk diolah.
Pengusaha atau pedagang pengumpul tidak bisa menaikan harga TBS, apabila PKS atau pengola minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), tidak menaikan harga.
Kenaikan harga TBS juga bisa terjadi apabila ditetapkan pemerintah provinsi, karena penentuan harga TBS dan turunannya selama ini banyak campur tangan pemerintah dan asosiasi pengusaha perkebunan.
Selain industri CPO, pemerintah, dan asosiasi pengusaha sawit, masih ada indikator atas naik turunnya harga TBS.
Umur tanam, dan kondisi TBS, jarak PKS dengan kebun penghasil TBS, dan faktor lain juga bisa menjadi pertimabngan harga TBS naik ataupun turun.
"Alhamdulillah, saat ini harga TBS Minggu kemarin mulai naik Rp50 per kg, dari Rp900 per kg menjadi Rp950 per kg," kata petani asal Bumi Asih, Kelumpang Selatan, Sholeh.
Meski relatif kecil kenaikan harga TBS tersebut cukup berarti bagi petani, karena dengan meningkatnya harga bisa menjadi motivasi bagi para petani plasma swadaya. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Usaha Kecil Menengah, dan Koperasi, Kotabaru, H Zainal Arifin, belum berhasil dikonfirmasi terkait kenaikan harga TBS tersebut.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.