Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan produksi padi hingga 2,12 juta ton pada 2011 naik dibanding tahun sebelumnya sekitar 1,8-1,9 juta ton.   

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan Hardi L Mantir di Banjarmasin mengatakan Pemprov Kalsel telah membentuk tim peningkatan percepatan produksi padi.

Tim yang anggotanya  seluruh dinas dan instansi terkait tersebut diminta membentuk Posko peningkatan percepatan produksi padi mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten.

Tim tersebut, kata dia, bertugas mengkaji dan mencari terobosan baru untuk bisa meningkatkan produksi padi sesuai dengan target yang ditetapkan.

"Kita optimistis target 2,12 juta ton terpenuhi karena beberapa langkah mulai dari perluasan lahan pertanian hingga penerapan bibit baru yang tahan genangan mulai dilakukan," katanya.

Dengan demikian, kata dia, diharapkan petani Kalsel lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin masih berlangsung selama  2011.

Kondisi tersebut berbeda dengan 2010. Hujan yang terjadi sepanjang tahun membuat target produksi padi dua juta ton hanya tercapai sekitar 1,8 juta ton.

Jumlah tersebut, kata dia, justru turun dibanding 2009 yang produksinya telah mencapai 1,9 juta ton.

"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pada 2011 ini kami  akan lebih siap menghadapi segala kendala," katanya.

Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Muharram mengatakan, melihat persiapan pemerintah dan kondisi petani Kalsel, target 2,12 juta ton bukanlah hal yang muluk.

"Saya optimistis dengan langkah yang telah disusun, target tersebut bisa dicapai, apalagi bila cuaca tidak seekstrem 2010, tidak menutup kemungkinan percepatan produksi padi bisa tercapai," katanya.

Menurut Muharram, pemerintah diharapkan juga bisa membekali petani mengenai budidaya pertanian dengan teknologi dan manajemen pemasaran yang lebih baik.

"Sebab saat ini masih banyak petani yang mengelola lahan pertanian secara tradisional," katanya.

Selain itu, pada saat produksi pertanian tinggi, petani kesulitan untuk menjual, sehingga perlu dibangun sistem pemasaran yang lebih menguntungkan.(B/A)


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026