Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Timur menangkap seorang residivis pencurian kendaraan bermoto (Curanmor) di kawasan jalan Ahmad Yani Km 4,5 Banjarmasin.
Kepala Kepolisian Sektor Banjarmasin Timur, AKP Wildan Albert Sik melalu Kepala Unit Reserse Kriminal, Ipda Hasanuddin SH di Banjarmasin, Jumat membenarkan, telah mengamankan seorang anak di bawah umur yang juga sebagai residivis Curanmor.
Menurut data yang ada, seorang anak sebagai pelaku curanmor tersebut telah keluar masuk penjara dengan kasus yang sama yaitu terkait pencurian kendaraan bermotor jenis roda dua.
Kali ini setelah bebas pada 2012 lalu, kini tertangkap lagi oleh pihak Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Timur, yang mana pada saat ini pelaku membawa sepeda motor Spacy tanpa nomor polisi kendaraan.
Dikatakan, pelaku diamankan pada Kamis (19/9) dini hari sekitar pukul 01.00 wita dengan barang bukti hasil pengembang diantaranya sepeda motoe Kanzen, Supra dan Spaci.
Sedang untuk pelaku yang masih dibawah umur dan telah putus sekolah itu diketahui berinisial YP (12) warga Jln Ahmad Yani Km 5,5 Komplek Cahaya, Banjarmasin Timur.
"Setelah kita temukan beberapa barang bukti tersebut dengan terpaksa YP langsung kita giring ke Polsekta guna mempertanggung jawabkan perbuatannya yang berulang-ulang kali melakukan pidana yang sama," terangnya kepada Antara.
Diterangkan, hasil penyidikan sementara YP dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, namun karena masih dibawah umur dimungkinkan hanya diancam 1/3 dari minimal hukuman, demikian Hasan.
Sementara pelaku YP mengatakan, dirinya mengakui telah melakukan pencurian kendaraan bermotor jenis roda dua dan semua kendaraan yang dia curi hanya untuk dipakai sendiri tidak untuk di jual.
"Saya mencuri kendaraan tersebut dengan cara melakukan pemantauan terhadap kontak dari kendaraan itu, apabila kontak kendaraan itu dol atau aus dan bisa dihidupkan oleh sembarang kunci maka itu yang saya ambil, namun tidak untuk dijual melainkan di pakai sendiri," tuturnya dengan wajah tenang.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.