Oleh Yose Rizal

Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 184 jemaah calon haji kelompok terbang 1 Embarkasi Haji Banjarmasin, Kalimantan Selatan masuk kategori resiko tinggi (risti) sehingga memerlukan pengawasan ekstra petugas kesehatan haji.

"Petugas kesehatan kami minta memberikan perhatian lebih terhadap jemaah risti itu," ujar Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Syukeriansyah di Banjarbaru, Kamis.

Jumlah jemaah calon haji kloter perdana yang siap diberangkatkan berjumlah 322 orang terdiri dari jemaah asal Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 183 orang dan Kota Banjarbaru 139 orang.

Disebutkan, seharusnya jumlah jemaah kloter 1 sebanyak 325 orang tetapi berkurang 3 orang karena satu orang meninggal dunia, satu orang sakit dan satu mengundurkan diri.

Dijadwalkan, seluruh jemaah calon haji diberangkatkan melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju Jedah, Kamis (19/9) malam pukul 22.20 Wita setelah satu hari menjalani karantina di asrama haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru.

Menurut Syukeriansyah yang juga menjabat Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kalsel, jemaah calon haji risti lebih banyak perempuan yakni 94 orang dan laki-laki 90 orang.

Disebutkan, jenis penyakit jemaah kategori risti didominasi penyakit darah tinggi (hipertensi) sebanyak 67 orang, hiper kolesterol 28 orang, lanjut usia 16 orang, diabetes melitus 14 orang dan jantung 13 orang.

"Ada juga jemaah risti yang menderita lebih dari satu atau dua jenis penyakit (komplikasi) sehingga pengawasannya lebih diprioritaskan dibanding calhaj risti lain," kata dia.

Salah satu anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Embarkasi Banjarmasin pendamping jemaah kloter 1 Siti Ningsih mengatakan, pihaknya membagi pengawasan sesuai prioritas jenis penyakit yang diderita jemaah.

"Pengawasan sesuai skala prioritas yakni jemaah penyakitnya cukup parah atau komplikasi maka mendapat pengawasan lebih sehingga jika terjadi apa-apa bisa ditangani secara cepat," ujarnya.

Ditambahkan, untuk mempermudah pengawasan jemaah risti pihaknya memberikan tanda berupa gelang warna kuning yang dipasang di tangan lengkap dengan keterangan jenis penyakit yang diderita jemaah.

"Jemaah risti yang sakitnya parah dipantau terus selama berada di tanah suci, kami akan mendatangi dan menanyakan langsung kepada jemaah sehingga kondisi mereka selalu terpantau," katanya.*


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026