Meski Persib lebih unggul dalam penguasaan bola, namun menurutnya kedua tim sama-sama memiliki sejumlah peluang. Apalagi, kata dia, sejumlah pergerakan pemain Persib menurutnya mudah terbaca.
"Sayap kiri dan kanan dia (Persib) hidup, tapi itu pun bola ke tengahnya gampang dibaca," kata pelatih yang akrab disapa Djanur usai pertandingan.
Baca juga: Persib Bandung held to no goal by Barito Putera
Selain itu, menurutnya ia cukup akrab dengan permainan Persib, sebab beberapa pemainnya pernah ia latih. Maka dari itu, ia cukup memanfaatkan hal tersebut agar bisa mencuri poin.
"Bukan hanya Frets dan Azis, tapi Febri kan anak buah saya, semuanya anak buah saya, sangat hafal betul (permainannya)," kata Djanur.
Meski demikian, ia pun mengakui bahwa serangan yang dibangun timnya itu masih belum optimal. Terbukti dari sejumlah peluang matang Barito, I Made Wirawan masih bisa sigap untuk mempertahankan gawang Persib.
"Kami agak kesulitan, sempat beberapa kali shot on goal, tapi masih terlalu lunak, berhasil ditahan Made," katanya.
Baca juga: Persib diprediksi tanpa lima pemain inti saat jamu Arema
Dengan skor imbang, Djanur mengapresiasi anak asuhnya yang berhasil meraih target minimal dengan mencuri satu poin dari kandang Maung Bandung.
Sedangkan anak asuh Robert Alberts harus rela berbagi poin dengan Barito. Tren positif Persib dengan memenangi empat laga beruntun akhirnya berhasil dipatahkan oleh Barito Putera.
Pewarta: Bagus Ahmad RizaldiEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.