Oleh Yose Rizal

Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengajak masyarakat untuk mempergunakan produk dalam negeri sehingga tidak terpengaruh barang impor yang semakin mahal akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

"Gunakan produk dalam negeri dan jangan terpengaruh produk impor, apalagi harganya semakin mahal sebagai dampak melemahnya nilai tukar rupiah," ujarnya di Banjarbaru, Jumat.

Ia mengatakan hal itu setelah membuka Kalsel Expo 2013 yang diisi pameran produk unggulan daerah dan Borneo Expo ke-3 yang dipusatkan di lapangan Murjani Kota Banjarbaru.

Pembukaan kegiatan yang digelar sejak 30 Agustus hingga 5 September 2013 dihadiri Wagub Kalsel Rudy Resnawan, Kapolda Brigjend Taufik Ansyorie, Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor dan undangan lainnya.

Menurut gubernur, kualitas produk dalam negeri terutama produk lokal unggulan daerah tidak kalah dengan barang impor sehingga masyarakat diharapkan menggunakan produk daerah sendiri itu.

"Produk dalam negeri juga bagus kualitasnya seperi sepatu, pakaian, kerajinan tangan termasuk kuliner baik makanan maupun minuman sehingga produk daerah hendaknya digunakan," ajak kepala daerah dua periode itu.

Disisi lain, kata dia, Kalsel Expo ke-13 itu, diharapkan menjadi sarana untuk lebih memperkenalkan produk dalam negeri sehingga masyarakat membeli dan menggunakannya sesuai kebutuhan sehari-hari.

"Untuk menarik minat masyarakat tentunya harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produk dan diharapkan mampu memenuhi standar kualitas sehingga bisa menembus pasar ekspor," ujarnya.

Ketua Panitia Kalsel Expo Faridah Wariansi mengatakan, event tahunan yang dilaksanakan dalam rangka lebih memeriahkan HUT Pemprov Kalsel dan HUT RI itu diikuti peserta baik berasal dari dalam maupun luar provinsi.

"Jumlah peserta pameran sebanyak 165 stand yang berasal dari dalam maupun luar provinsi menampilkan produk unggulan daerah seperti kerajinan tangan, pakaian, hingga produk olahan makanan dan minuman," ujarnya.

Dikatakan, peserta pameran berasal dari berbagai instansi pemerintah termasuk BUMN, BUMD serta swasta yang berpartisipasi dalam event tahunan tersebut.

Disebutkan, daerah dari luar Kalsel yang berpartisipasi seperti Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulteng, Palu, Lampung, dan provinsi tetangga yakni Kalbar dan Kalteng.

"Tahun lalu, omset seluruh peserta pameran mencapai Rp3 miliar lebih dan diharapkan omset pameran tahun ini dapat semakin meningkat," kata Kepala Disperindag Kalsel itu.*


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026