Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Masyarakat Kota Banjarmasin mengeluhkan lambatnya pembangunan jembatan layang (flyover) yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km 3 hingga Km 4 di kota tersebut.
Mahasiswa Banjarmasin, Muhammad Yahya di Banjarmasin, Jumat mengatakan, hampir satu tahun proyek pembangunan jembatan layang tersebut belum juga terlihat bentuknya.
Padahal, menurut informasi yang diperolehnya, dana untuk pembangunan jembatan layang pertama di kota "seribu sungai" itu sudah dialokasikan dari pusat.
Namun pengerjaannya terkesan lamban, jangankan jembatannya, tiang-tiang penyangganya pun hingga kurun waktu hampir satu tahun ini belum juga terlihat.
Untuk itu kami mengharapkan agar instansi yang berwenang agar bisa melakukan pengecekan sejauh mana pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan, hingga kini masyarakat ingin tau perkembangannya.
"Pembangunan ini terkesan tertutup, dan tidak pernah mengeluarkan informasi kepada masyarakat sudah sejauh mana proyek ini dikerjakan, karena dengan adanya proyek ini banyak usaha di sekitar flyover mengalami penurun pemasukan pendapatan," terangnya kepada Antara.
Sementara itu salah seorang pedagang sea food di sekitar kawasan proyek Jembatan Layang, Sarmen di Banjarmasin, juga mengeluhkan lambatnya pembangunan jembatan tersebut.
Yang jelas dengan adanya proyek tersebut langganan menjadi berkurang dan automatis pemasukan pendapatanpun ikut menurun dari biasanya sebelum adanya proyek pembanguan tersebut.
"Saya bukan tidak mendukung adanya pembangun jembatan layang itu, tapi kalau bisa secepatnya dikerjakan, ini sudah hampir satu tahun kita tidak tau sejauh mana dan sudah berapa persen pengerjaannya," tutur pria berambut gondrong itu.
Bukan itu saja, salah seorang pengendara di kawasan proyek pembangunan jembatan layang, Maulana di Banjarmasin, saat diwawancarai Antara, mengatakan, dirinya bingung harus sampai kapan kemacetan ini terjadi.
Apalagi kalau pagi, siang dan sore hari bila ingin masuk Kota Banjarmasin di kawasan jalan Ahmad Yani sudah terjadi kemacetan, akibat efek dari proyek pembangunan jembatan tersebut.
"Sampai saat ini kita belum mengetahui sejauh mana dan sudah berapa persen pengerjaannya, hingga hampir satu tahun tiang-tiang penyangganya pun belum terlihat, dan mau sampai kapan masyarakat harus mengalami kemacetan ini," tuturnya dengan wajah sedikit kesal karena terjebak kemacetan.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.