Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 50 grup sanggar budaya di Banjarmasin ikut ambil bagian pada Festival Kayutangi yang bertujuan mengangkat dan mengenalkan kembali khasanah budaya Banjar kepada generasi muda.


Festival Kayutangi yang diselenggarakan di Banjarmasin, Rabu, melibatkan sekitar 800 generasi muda yang tergabung dalam sanggar budaya tersebut, baik itu tari, teater dan lainnya, dalam rangka memeriahkan HUT ke-63 Provinsi Kalimantan Selatan.

Dari pemantauan, ratusan anak hingga remaja terlihat antusias menyemarakkan festival yang baru pertama digelar tersebut dengan mengenakan pakaian khas Banjar yang disesuaikan tema yang mereka usung.

Berbagai budaya Banjar, yang cukup lama tidak begitu dikenal masyarakat, bahkan nyaris hilang, kembali ditampilkan guna diperkenalkan kepada para remaja.

Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Sekretaris Daerah Arsyadi, dan para kepala dinas, turut menyaksikan seluruh gelaran yang disajikan oleh para peserta dari sanggar-sanggar tersebut secara bergantian.

Hampir seluruh penampilan, mendapatkan apresiasi dari para penoton, bukan saja tampilannya yang menghibur, tetapi juga gerak tari yang memukau.

Menurut Gubernur Rudy Ariffin, penyelenggaraan festival budaya tersebut layak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, dengan harapan bisa digelar setiap tahun dengan kemasan yang lebih bagus.

Festival tersebut, kata dia, akan kembali mengangkat citra budaya Banjar dan mengenalkan khasanah budaya yang penuh dengan makna dan pesan moral.

Dengan demikian, generasi muda tidak akan terlena dengan masuknya budaya barat, yang belum tentu semuanya bagus.

Sementara budayawan Kalsel, Akhmadi Soufyan, mengungkapkan, pelaksanan festival itu merupakan apresiasi yang luar biasa yang diberikan pemerintah provinsi untuk perkembangan budaya Kalsel.

Diharapkan, hal tersebut akan menjadi agenda tahunan, dan bisa dikembangkan lebih variatif dan luas lagi, tidak hanya untuk Banjarmasin tetapi juga bisa melibatkan kabupaten dan kota lainnya.

"Terutama untuk tema festival, harus dikemas lebih bagus lagi, dengan melibatkan para sesepuh budayawan di Kalsel," katanya.

  Menurut Akhmadi yang biasa disapa Enos Karli, festival hanyalah salah satu rangkaian budaya yang digelar dalam rangka peringatan HUT Kalsel, berbagai gelaran lainnya tetap ditampilkan di Taman Budaya Kalsel.   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026