Banjarmasin, 12/8 (Antara) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan belum memberlakukan operasi yustisi bagi pendatang baru setelah Idul Fitri 1434 hijriah dengan alasan daerah itu masih memerlukan tambahan sumber daya manusia untuk sektor pertanian dan perkebunan.
"Mungkin di daerah lain telah memperketat masuknya penduduk baru melalui operasi yustisi, tetapi kalau di Kalsel belum perlu," kata Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin di Banjarmasin, Senin.
Menurut dia, Kalsel masih menjadi daerah terbuka, sehingga masih membuka kesempatan kepada warga dari beberapa daerah lain untuk masuk dan mencari kerja di Kalimantan Selatan.
Gubernur mengungkapkan, wilayah Kalsel masih cukup luas untuk dikembangkan dengan berbagai investasi di berbagai sektor, sehingga tidak menutup kemungkinan masih memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak dengan berbagai bidang keahlian.
"Asalkan tidak pilih-pilih pekerjaan, saya yakin Kalsel masih memiliki peluang lapangan kerja yang cukup luas bagi pendatang baru," katanya.
Beberapa sektor yang masih memungkinkan untuk dikembangkan antara lain sektor perkebunan, baik itu sawit maupun karet, selain itu juga sektor industri yang kini juga terus tumbuh dan berkembang di Kalsel.
Berbagai industri yang kini tumbuh dan berkembang, antara lain industri baja, industri CPO, makanan dan olahan, serta berbagai sektor lainnya, terutama sektor perdagangan.
Potensi tersebut, tambah dia, diyakini masih akan terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.
"Selama saya menjabat sebagai gubernur, pertumbuhan penduduk Kalsel, baik karena kelahiran muapun pendatang sekitar 1 juta orang," katanya.
Tentang kemungkinan akan meningkatnya jumlah penduduk miskin di Kalsel, dengan adanya pendatang baru, menurut Gubernur hal tersebut bisa diantisipasi dengan dibukanya lapangan pekerjaan baru terutama di kabupaten dan kota.
Hal ini disampaikan Rudy menanggapi kemungkinan adanya pendatang baru di Kalsel setelah Lebaran.
Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah penumpang arus balik selalu lebih tinggi dibandingkan saat mudik. Sehingga diperkirakan, para pemudik kembali ke Kalsel dengan membawa sanak saudaranya.
"Tidak jarang para pemudik yang sudah mendapatkan pekerjaan tetap akan memboyong keluarganya ke Kalsel," katanya.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.