Oleh Yose Rizal

Banjarbaru,  (Antaranews Kalsel) - Festival tanglong (lampion) dan "bagarakan" (membangunkan) orang sahur yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, layak dijadikan event pariwisata nasional.

Penilaian itu disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tridiana usai membuka kegiatan tersebut, Minggu dinihari.

"Saya menilai kegiatan ini sudah layak dijadikan event pariwisata nasional karena persyaratan untuk menjadi sebuah potensi pariwisata nasional sudah terpenuhi," ujarnya.

Ia mengatakan, syarat sebuah kegiatan agar bisa dijadikan event pariwisata nasional adalah pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan menjadi agenda rutin tahunan.

Selain itu, kegiatan juga harus mendapat dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan yang sama-sama memiliki komitmen mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

"Syarat pertama adalah pelaksanaan kegiatan diagendakan setiap tahun dan ada komitmen pemerintah maupun pemangku kepentingan, dan dua syarat itu sudah terpenuhi," ungkapnya.

Menurut dia, persyaratan lain yang juga menjadi pertimbangan adalah partisipasi masyarakat terhadap agenda tahunan itu disamping dukungan yang berasal dari masyarakat sendiri.

"Antusiasme dan dukungan masyarakat terhadap event ini sangat tinggi baik sebagai peserta lomba maupun anggota masyarakat yang menyaksikan event sehingga saya mengapresiasinya," ujarnya.

Disamping itu, aksesabilitas bagi orang luar daerah yang ingin menyaksikan kegiatan juga memenuhi syarat karena lokasi kegiatan dekat dan mudah dikunjungi melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang terletak di Kota Banjarbaru.

"Fasilitas pendukung lain seperti sarana akomodasi dan transportasi juga memadai dan mudah didapatkan sehingga tinggal dibenahi agar semuanya tersedia bagi pengunjung terutama dari luar daerah," ucapnya.

Dikatakan, pihaknya akan mengevaluasi dan memberikan masukan bagi Pemkot Banjarbaru jika memang event tahunan yang diselenggarakan setiap bulan ramadan itu dijadikan kalender pariwisata nasional.

Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor mengatakan, pihaknya siap jika kegiatan tahunan yang dilaksanakan Pemkot Banjarbaru setiap bulan ramadhan dijadikan kalender pariwisata nasional dengan memenuhi persyaratan yang diperlukan.

"Kami siap jika event ini dijadikan kalender pariwisata nasional dan akan memenuhi persyaratan maupun membenahi kekurangan sehingga pelaksanaan kegiatan semakin baik," katanya.

Sementara itu, festival yang pelaksanaannya memasuki tahun ke-14 dipusatkan di lapangan Murjani Banjarbaru, Sabtu malam hingga Minggu diniharu berlangsung semarak diikuti 156 peserta dari dua kategori yang dilombakan yakni tingkat Kota Banjarbaru dan tingkat Kalsel.

Antusiasme masyarakat menyaksikan event tahunan itu juga sangat tinggi dilihat dari kehadiran mereka di lapangan Murjani maupun di sepanjang ruas jalan yang dilalui arak-arakan peserta lomba yang dimeriahkan pesta kembang api itu.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026