Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin menyatakan, pihaknya selaku pimpinan pemerintahan di daerah, tak mengurusi persoalan kader partai politik (parpol) yang "lompat pagar" seperti dari suatu partai ke partai lain.
"Kalau ada kader parpol yang lompat pagar, itu bukan urusan gubernur, tapi ranahnya pimpinan parpol yang bersangkutan, termasuk kader parpol yang mencalon anggota legislatif melalui parpol lain," ujarnya, usai rapat paripurna DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Rabu.
Ia mengaku, belakangan ini ada menandatangani surat-menyurat terkait proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD, baik untuk tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalsel.
Namun orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) yang juga selaku pembina politik di Kalsel itu, tak menyebut siapa dan dari parpol apa yang mengusul PAW keanggotaan DPRD tersebut, dengan alasan lupa, karena banyak surat yang ditandatangani.
Khusus mengenai PAW keanggotaan DPRD, dia menegaskan, hal tersebut merupakan ranah pimpinan parpol yang bersangkutan, serta pimpinan DPRD dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat.
"Memang tampaknya belakangan seakan menjadi fenomena, perpindahan kader parpol dari satu partai ke partai lain. Alasan pindah parpol tersebut, hanya pribadi yang bersangkutan yang tahu," demikian Rudy Ariffin.
Di Kalsel trend perpindahan kader parpol tersebut saat pendaftaran calon anggota legislatif untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014, dan ada yang masih sebagai anggota DPRD dari partai tertentu mencalon kembali melalui partai lain.
Sebagai contoh pada DPRD Kalsel setidaknya ada enam orang yang mencalonkan diri kembali sebagai calon anggota legislatif (caleg) tingkat provinsi melalui partai lain.
Namun yang dipastikan mengalami PAW keanggotaan DPRD Kalsel dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), karena yang bersangkutan mencalonkan diri kembali sebagai caleg tingkat provinsi tersebut lewat Partai Golkar.
Sementara anggota DPRD Kalsel dari Partai Bintang Reformasi (PBR) yang mencalonkan diri kembali melalui partai pilihan terbarunya, belum diketahui pasti, apakah juga melaksanakan PAW.
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.