Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Masyarakat di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, belangan ini kian berantusias untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit lantaran tanaman tersebut terbukti berikan kesejahteraan.
Bukti kian antusias masyarakat tersebut bukan hanya mengembangkan di lahan kering, tapi juga lahan basah, bahkan lahan persawahan pun kini ditanami kelapa sawit, ujar seorang petani kelapa sawit, di Bumi Asih, kelumpang Selatan, Dasim, di Kotabaru, Senin.
Petani asal Jawa Timur itu mengaku, keluarganya terpaksa menanam kelapa sawit di areal persawahan, karena tidak bisa lagi mendapatkan lahan kering.
Sawah yang dulu ditanami padi, kini sudah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit.
Bahkan sebagian batang sawit yang sudah berumur, sekitar dua tahun setengah itu kini mulai berbunga, dan berbuah pasir.
Hampir sudah tidak ada lagi sejengkal tanah pegunungan yang kososng, semua sudah menjadi hak milik warga dan ditanami kelapa sawit.
Mengembangkan perkebunan kelapa sawit di areal persawahan juga dilakukan oleh keluarga H Rahmad, Abu Bakar, dan beberapa warga Kotabaru yang lainnya.
"Perkembanganya tanaman kelapa sawit di gunung dan di lahan basah hampir sama saja," ujar Abu Bakar.
Hanya saja, lanjut dia, sebelum batang sawit ditanam, perlu dibuat gunungan yang tingginya disesuaikan dengan genangan air saat musim hujan.
Gunungan yang dibuat agar bibit kelapa sawit tidak tergenang, tingginya kisaran 70 cm-100 meter, dengan deameter lebar sekitar 100 cm.
Meningkatnya antusias masyarakat untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit swadaya, salah satunya karena usaha tersebut cukup menjanjikan, dibandingkan usaha yang lainnya.
"Kalau menanam sendiri, tiga tahun sejak menanam kelapa sawit tersebut sudah mulai berbuah pasir," ujar Sholeh, petani sawit.
Bahkan keluarga Sholeh, sempat membabat pohon karet untuk diganti tanaman kelapa sawit.
Sekitar 7,5 hektare perkebunan karet keluarga Sholeh kini sudah berganti perkebunan kelapa sawit yang sudah mulai berbuah pasir.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kotabaru, Khairuddin, menuturkan, lahan pertanian di Kotabaru, belakangan ini terus menyusut.
Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak bisa dihindari lagi.
Lahan pertanian tersebut dianataranya, dijadikan lokasi permukiman, pertambangan, dan lokasi usaha yang lainnya.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.