Banjarmasin, (Antaranjews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin mengharapkan ketegasan pemerintah pusat soal rencana menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau seperti sekarang ini namanya menggantung, sehingga menimbulkan berbagai persoalan," ujarnya usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Selasa.
Gubernur Kalsel dua periode itu menyatakan, mungkin tak masalah kalau pemerintah pusat mau menaikan harga BBM, jangan mengambang terlalu lama.
"Kalau pemerintah pusat mau menaikan harga BBM, ya naikan saja. Namun persediaan dan penyaluran harus betul-betul terjamin, agar tidak menimbulkan kepanikan konsumen," lnjutnya.
Begitu pula warga masyarakat agar jangan panik menghadapi rencana pemerintah menaikan harga BBM, sebab kepanikan itu bisa menjadi kesempatan spekulan.
Dia yakin antrean panjang kendaraan bermotor di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) tak akan terjadi lagi bila ada kepastian harga BBM, serta kelancaran pasokan.
"Jadi kalau harga BBM bersubsidi sudah dipastikan naik, misalnya premium dari Rp4.500/liter menjadi Rp6.500, maka pelangsir dan spekulan sulit bermain," demikian Rudy.
Persoalan BBM bersubsidi di Kalsel sudah sejak lama atau bertahun-tahun, belum juga terlesaikan secara tuntas, dan baru kelihatannya situasional atau kadang-kadang normal dan kembali antrean panjang di SPBU.
Sebagai contoh antrean panjang kendaraan bermotor kembali terjadi di SPBU Jalan A Yani Km6 Banjarmasin, untuk mendapatkan solar bersubsidi, Selasa siang.
 Antrean panjang kendaraan bermotor yang hampir satu kilometer dan menyita sebagian badan jalan umum itu, membuat kelancran lalu lintas terganggu. Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.