Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Sebagian nelayan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, resah adanya aktivitas nelayan dari luar daerah yang menangkap ikan di perairan Kotabaru dengan menggunakan alat tangkap cantrang.

Anggota Komisi II DPRD Kotabaru, H Syaiful Bahri, MSi, di Kotabaru, Minggu, mengatakan, berdasarkan laporan nelayan, hingga saat ini masih banyak nelayan dari luar daerah yang menangkap ikan dengan menggunakan cantrang.

"Akibatnya, nelayan lokal sangat geram terhadap dengan ulah nelayan dari luar Kotabaru tersebut," jelas dia.

Menurut nelayan, kata Syaiful, penangkapan ikan dengan cantrang akan menyapu habis semua mulai ukuran besar hingga yang kecil.

Bahkan, lanjut dia, ekosistem bawah laut, dan terumbu karang pun dikhawatirkan akan terganggu, karenanya.

Sesuai ketentuan yang ada, alat tangkap cantrang hanya boleh dipergunakan dengan cara dihela, atau ditarik dengan tangan, dan wilayah operasinya terbatas.

Namun kenyataannya, justru ditarik dengan menggunakan kapal yang bermesin ukuran besar, serta beroperasi dibawah jarak empat mill pada perairan Kotabaru.

"Aktifitas nelayan tersebut, sudah jelas sangat merugikan bagi nelayan lokal," tegasnya.

Syaiful mengkhawatirkan, apabila kejadian itu tidak segera diselesaikan, akan menimbulkan keadaan yang tidak kondusif, dan dapat menyulut kemarahan nelayan Kotabaru.

"Kita menyesalkan dengan ulah nelayan tersebut, karena alat tangkap nelayan lokal berupa Rampan ada yang rusak," ungkapnya.

Ia meminta kepada aparat penegak hukum, dan inatnasi terkait untuk menertibkan aktivitas nelayan luar yang menangkap ikan diperairan Kotabaru.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru, H Talib, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait keresahan nelayan tersebut.

Sementara itu, cantrang merupakan alat tangkap yang digunakan, untuk menangkap ikan demersal yang dilengkapi dua tali penarik yang cukup panjang, dan dikaitkan pada ujung sayap jaring.

Bagian utama dari alat tangkap cantrang terdiri dari kantong, badan, sayap atau kaki, mulut jaring, tali penarik (warp), pelampung dam pemberat.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026