Kepala Bidang Perikanan, Disnakan setempat, Sunar Wiwarni di Barabai, ibu kota Hulu Sungai Tengah, Rabu (9/2) mengatakan, kolam tersebut akan di bangun di tiga kecamatan, yakni Labuan Amas Utara, Labuan Amas Selatan dan Pandawan yang sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan rawa.
Pembangunan kolam di kawasan rawa merupakan yang pertama kalinya di HST dan mulai 2011 ini akan di bangun sebanyak 150 buah dengan sistem pagar dan berkelompok untuk memudahkan pemeliharaan dan pengawasan.
"Pengelolaan dilakukan oleh masyarakat setempat melalui kelompok tani, sedang kita hanya memfasilitasi dengan membangunkan kolamnya," katanya.
Selain itu, Disnakan juga akan memberikan benih ikan untuk dibudidayakan dan pembinaan kepada kelompok tani pengelola.
Ia menambahkan, jenis benih yang akan dibudidayakan di kolam rawa itu nantinya disesuaikan dengan kondisi perairan setempat.
"Diutamakan jenis ikan lokal seperti patin, papuyu (bethok) dan haruan (gabus) serta nila yang memang memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi perairan setempat," tambahnya.
Pembangunan kolam rawa tersebut selain sebagai upaya peningkatan pendapatan dan gizi masyarakat, juga untuk mendukung program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pengekspor ikan terbesar dunia pada 2015.(SYO*C)
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.