Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin terus meningkatkan kinerjanya dengan cara melakukan patroli dialogis sebagai persiapan menjelang kedatangan Presiden Republik Indonesia ke Banjarmasin.
Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Jumat mengatakan, patroli dialogis ini bertujuan untuk mengantisipasi segala bentuk kriminalitas di Kota Banjarmasin.
Dengan adanya patroli dialogis yang dilaksanakan setiap pagi, siang, dan malam itu, maka memberikan ruang gerak yang sempit terhadap para pelaku tindak kejahatan yang ingin beraksi.
Bukan itu setiap tempat keramaian yang sering di kunjungi masyarakat, polisi berseragam akan selalu ada di keramaian tersebut, agar masyarakat tau, polisi selalu ada setiap masyarakat membutuhkan.
Peningkatan patroli dialogis tersebut selain menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat juga untuk persiapan menjelang kedatangan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, agar kota seribu sungai ini selalu aman dan kondusif.
"Patroli dialogis ini patroli mendekatkan diri kepada masyarakat, setiap ada masyarakat kumpul-kumpul maka didatangi dan diajak berdialog terkait apa yang menjadi keluhan mereka terhadap keamanan dan ketertiban," terangnya.
Haryono terus mengatakan, selain melakukan patroli dialogis, Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin juga tidak henti-hentinya melakukan razia penyakit masyarakat (Pekat).
Razia pekat itu juga sebagai bentuk antisipasi dari ganguan keamanan dan ketertiban masyarakat karena banyaknya pelaku-pelaku tindak pidana ringan seperti pemabuk, minuman keras, pasangan mesum, serta lainnya.
Segala bentuk perbuatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai dengan tingkat perbuatan yang dilakukan.
"Kita pastikan, saat kedatangan Presiden nantinya suasana dan konsidi serta situasid di Kota Banjarmasin selalu tertib dan aman juga tetap kondusif seperti sekarang ini," ucap Haryono.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.