Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Ermayudi S mengingatkan anggota polisi lalu-lantas (lantas) agar tidak melakukan penilangan selama operasi simpatik 2013 yang digelar saat ini.
Selama operasi simpatik 7-28 Mei 2013 agar setiap anggota lantas Polda Kalsel lebih mengedepankan edukasi kepada para pengendara di jalan raya.
Tujuan pemberian edukasi itu agar para pengendara lebih mengerti dan memahami tentang aturan dan tata cara berlalu-lintas untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran.
Bukan itu saja, diharapkan dengan adanya operasi simpatik 2013 ini, masyarakat khususnya para pengendara roda dua dan empat lebih bisa mentaati aturan berlalu lintas di jalan raya.
Penilangan bisa dilakukan jika pengendara tersebut melakukan pelanggaran berat seperti menyerempet petugas atau pengendara lainnya, serta mengendarai kendaraan bermotor dalam keadaan mabuk.
Sedangkan kalau hanya melakukan pelanggaran ringan seperti ketinggalan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) diharapkan bisa dilakukan peneguran sekaligus memberikan edukasi kepada pengendara tersebut, tambahnya.
Tata acara seperti itu dilakukan agar masyarakat bisa sadar akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas, dan tidak semua pelanggaran berakhir dengan sebuah penilangan.
Namun, kegiatan pengurangan sanksi penilangan ini hanya dilakukan selama operasi simpatik dilakukan, apabila nanti pengendara masih juga tidak patuh terhadap aturan berlalu lintas maka dengan terpaksa akan dilakukan penilangan.
Ermayudi juga mengatakan, operasi simpatik kali ini, dilakukan secara gabungan antara Ditlantas Polda Kalsel dengan Satlantas Polresta Banjarmasin, yang mana kegiatan tersebut dilakukan didua tempat diantaranya di simpang tiga lampu merah kuripan luar dan di muka Duta Mal Banjarmasin.
Kegiatan tersebut, dilaksanakan pada Jumat (10/5) sore sekitar pukul 16.00 wita dimana anggota lalu lintas gabungan memberikan stiker yang bertuliskan "mentaati peraturan dan beretika di jalan raya adalah pelopor keselamatan," terangnya.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.