Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Dalam razia "Operasi Simpatik 2013" yang baru saja dimulai sudah mengeluarkan 70 surat teguran kepada pengendara karena melanggar aturan dalam berlalu lintas.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin, Kompol Moerdilly Sik di Banjarmasin, Selasa mengatakan, dalam razia Operasi Simpatik ini, pihaknya hanya memberikan surat teguran dan tidak melakukan penilangan.
Gelar razia Operasi tersebut dilakukan Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin dimulai Selasa (7/5) sekitar pukul 09.00 wita hingga pukul 10.30 wita yang berlokasi di Jalan Anang Adenansi atau kawasan Kamboja Banjarmasin.
Namun, polisi juga bisa melakukan penilangan terhadap para pengendara apabila pengendara tersebut dinilai membahayakan dan bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas terhadap dirinya dan orang lainnya.
70 pengendara yang berikan surat teguran dalam Operasi tersebut diantaranya 56 pelanggar karena tidak menyalakan lampu kendaraannya pada siang hari, 13 pelanggar karena tidak mengunakan sabuk pengaman dan satu pelanggar karena knalpot yang digunakan tidak standar.
"Operasi Simpatik ini kita hanya memberikan surat teguran terhadap pelanggaran yang dilakukan pengendara, dan selain itu juga polisi memberikan edukasi agar pengendara mengerti dan memahami pentingnya mentaati aturan dalam berlalu lintas," terangnya.
Bukan itu saja, dalam kegiatan tersebut Satuan Lalu Lintas juga memberikan sanksi tilang kepada pengendara karena tidak lengkap membawa surat menyurat kendaraan dalam berkendara di jalan raya.
Ada sekitar 22 pengendara yang diberikan sanksi tilang dikarenakan pelanggaran yang mereka lakukan diantaranya tidak membawa STNK sebanyak 16 pelanggar, tidak membawa SIM sebanyak 4 pelanggar, dan sepeda motor yang diamankan sebanya dua unit dari dua pelanggar.
"Dalam rangka razia Operasi Simpatik 2013 ini, kita juga bisa memberikan sanksi tilang karena pengendara melakukan pelanggaran fatal diantaranya tidak membawa STNK, SIM serta lainnya," tutur pria berbadan tinggi besar itu.
 Operasi kali ini dilakukan semat-mata sebagai bentuk pecitraan terhadap masyarakat dengan memberikan pengetahuan tentang berlalu lintas yang baik dan benar juga untuk menjadi pelopor keselamatan serta membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan, demikian Moerdilly. Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.