Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Seorang anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Haryatie dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengundurkan diri dari partainya tersebut dan masuk Partai Golkar.

Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah ketika dikonfirmasi saat berada di ruang kerjanya, Jumat, membenarkan pengunduran diri anggota dewan tingkat provinsi tersebut dari PKB.

"Ya, betul saya terima tembusan surat pengunduran diri Haryatie dari PKB. Surat pengunduran diri tersebut, baru saya termina hari ini," tandas pensiunan perwira menengah TNI-AD berpangkat terakhir Kolonel Infantri itu.

"Surat tersebut, bukan pengunduran diri sebagai anggota DPRD Kalsel. Jika yang bersangkutan menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Kalsel, maka akan kita proses sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Mengenai penggantian antar waktu (PAW) atau pengunduran diri tersebut, dia menyatakan, hal itu kewenangan dari PKB, yang mencalonkannya menjadi anggota DPRD Kalsel pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.

"Nah, kalau masalah PAW, sepenuhnya kewenangan PKB, apakah mau mem-PAW atai tidak. Kita akan memproses bila PKB memberitahu, bahwa pihaknya akan mem-PAW atas nama Haryatie," demikian Nasib Alamsyah.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel tersebut, dengan enteng menjawab, karena dirinya menjaga kekompakan keluarga.

"Tak ada alasan lain, pengunduran diri saya hanya untuk menjaga kekompakan keluarga," jawabnya singkat atas pertanyaan ANTARA Kalsel saat berada di ruang kerja Ketua DPRD provinsi tersebut.

Namun keluarga dari Haji Hatta (Haji Ciut), seorang pengusaha terkenal di Kabupaten Tapin, Kalsel itu menyatakan terima kasih kepada PKB yang menaruh kepercayaan kepada dirinya, sehingga terpilih menjadi wakil rakyat.

Seiring pengunduran diri dari PKB, istri Bambang, yang juga seorang pengusaha batu bara dan anggota DPR-RI itu, kembali sebagai calon anggota DPRD Kalsel, melalui Partai Golkar, untuk daerah pemilihan IV pada Pemilu 2014.

Daerah pemilihan IV tersebut meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang pada Pemilu 2014 mendapat jatah sembilan orang dari 55 keanggotaan DPRD Kalsel.

Pada Pemilu 2009 PKB berhasil meraih tiga kursi DPRD Kalsel, masing-masing untuk dapil II yang meliputi Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, dapil IV dan dapil V terdiri Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kabupaten Tabalong.



Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026