Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan mempertahankan lahan seluas 2.000 hektar sebagai upaya mendukung program lahan pertanian pangan berkelanjutan.
"Kami berupaya mempertahankan agar lahan seluas 2.000 hektar itu tetap menjadi lahan pertanian," ujar Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Banjarbaru Muhammad Rustam, Rabu.
Ia mengatakan bahwa lahan seluas 2.000 hektare itu tersebar pada empat dari lima kecamatan yang ada di Kota Banjarbaru dan seluruhnya masih produktif digarap sebagai lahan persawahan dengan komoditas utama berupa padi.
Disebutkan, lahan pertanian yang masih cukup luas berada tersebar pada empat kelurahan di Kecamatan Cempaka, sisanya tersebar pada Kecamatan Banjarbaru Utara, Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang.
"Satu kecamatan yakni Kecamatan Banjarbaru Selatan sudah tidak ada lagi lahan pertaniannya karena hampir seluruh wilayah kecamatan itu merupakan kawasan perkotaan dan banyak tumbuh permukiman," ungkapnya.
Menurut dia, pihaknya berupaya mempertahankan lahan seluas 2.000 hektare sebagai lahan pertanian dengan mengusulkan agar dibuatkan peraturan daerah khusus tentang lahan abadi pertanian.
Namun, hasil pembahasan dinas dan instansi terkait di lingkup Pemkot Banjarbaru diputuskan tidak perlu dibuatkan perda khusus tetapi cukup dimasukan dalam perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
"Hasil pembahasan, lahan yang dipertahankan sebagai lahan pertanian itu tidak dikuatkan melalui perda, tetapi dimasukan dalam perda RTRW yang ditandai sebagai zona hijau atau zona pertanian," ujarnya.
Dikatakan, pihaknya akan melakukan beberapa langkah untuk mempertahankan lahan pertanian itu diantaranya membina pemilik lahan termasuk memberikan bekal pengetahuan mengenai tata cara pengolahan lahan.
Selain itu, Pemkot juga berupaya memberikan bantuan berupa sarana prasarana produksi pertanian termasuk mencarikan jalan keluar apabila pemilik lahan mengalami hambatan dalam menjalankan usaha pertaniannya.
"Bantuan bagi pemilik lahan maupun petani penggarap sawah akan diupayakan termasuk memberikan bantuan berupa obat-obatan jika tanaman padi terserang hama atau penyakit tanaman lainnya," kata dia.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.