Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin Kalimantan Selatan, melalui Kantor Dinas Bina Marga setempat segera memperbaiki Jalan Pramuka di kota setempat yang belakangan mengalami kerusakan parah hingga menyulitkan pemakai jalan di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga Banjarmasin, Ir Gusti Riduan kepada wartawan di balaikota Banjarmasin, Jumat membenarkan pihaknya memperbaiki jalan yang belakangan sangat padat arus lalu lintasnya itu.
Jalan Pramuka menjadi sangat padat arus lalu-lintas lantaran menjadi jalan alternatif setelah adanya pembangunan jembatan layang di jalan utama kota Banjarmasin, yakni di Jalan A Yani, akhirnya menghindari kemacetan di proyek tersebut maka jalan Pramuka menjadi sasarannya.
Namun belakangan menjadi masalah lantaran Jalan Pramuka mengalami rusak parah dan dimana-mana terdapat lubang besar, dan hampir sepanjang jalan becek lantaran musim hujan yang berkepanjangan ini.
Tadinya perbaikan jalan itu sifatnya pemeliharaan, kini dirubah statusnya menjadi peningkatan. Pemeliharaan istilahnya hanya tambal sulam, kalau peningkatan harus pengaspalan secara menyeluruh.
"Karena kita nilai kerusakannya sudah teramat parah, banyak lubang, sehingga tidak bisa lagi hanya pemeliharaan," ujarnya seraya menjelaskan panjang jalan yang diaspal satu kilometer dari simpang tiga Sungai Lulut hingga depan kompleks PDAM.
Lantaran sifat perbaikannya ditingkatkan, maka anggarannya juga dinaikkan dari ratusan juta rupiah saja menjadi Rp1 miliar lebih.
Menurutnya, sekarang perbaikan Jalan Pramuka masuk proses lelang, kalau bisa berjalan lancar sekitar akhir Mei 2013 sudah mulai dikerjakan.
Perbaikan jalan Pramuka ini menjadi prioritas, karena jalan tersebut kini menjadi salah satu jalan alternatif yang mulai padat dilalui untuk menghindari kemacetan proyek jalan layang.
"Kita cukup banyak menampung keluhan pengguna jalan saat menggunakan jalan Pramuka, dan ini menjadi perhatian kita, sehingga diprioritaskan perbaikannya tahun ini," katanya.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.