Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin Unit Patroli Kota mengamankan lima unit kendaraan bermotor (Ranmor) jenis roda dua dari para pelaku balapan liar yang sering beraksi di wilayah Kota Banjarmasin.
Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Jumat mengatakan, lima sepeda motor itu diamankan saat mereka melakukan balapan liar.
Diamankannya lima unit ranmor itu pada Kamis (28/3) sekitar pukul 17.30 wita di kawasan jembatan RK Ilir Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.
Pada saat ditempat kejadian ramai para pelaku balapan liar sedang beraksi, polisi mendapat laporan dari masyarakat dan langsung menuju tempat dimana ramai balapan tersebut.
Sampai di lokasi balapan liar, polisi langsung melakukan pembubaran dan hanya mendapatkan lima unit ranmor yang saat itu tak sempat melarikan diri dari kejaran polisi.
"Lima unit ranmor itu langsung kita amankan di halaman Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin untuk selanjutnya akan diserahkan ke Satuan Lalu Lintas yang lebih berhak menangani proses hukumnya," tutur pria harmonis itu.
Untuk diketahui lima unit ranmor diduga balapan liar yang diamankan itu diantara Shogun SP, Jupiter MX, Suzuki Spin, Satria F dan Kawasaki Ninja Dauble R.
Haryono terus mengatakan, penertiban terhadap aksi balapan liar itu akan terus dilakukan karena aksi tersebut sudah dianggap meresahkan masyarakat dan berbahaya bagi pengguna jalan lainnya.
"Kita akan tindak tegas para pelaku balapan liar begitu juga sepeda motor yang mereka gunakan, bila tertangkap maka sepeda motor yang digunakan akan diamankan selama tiga sampai lima bulan baru bisa diurus," ucap perwira menengah itu.
Diimbau kepada para orang tua agar bisa mengawasi anaknya, untuk tidak terlibat dalam balapan liar, karena aksi tersebut sangat berbahaya dan bisa membahayakan diri sendiri dan orang laini, jadi jangan salah polisi bila mereka nantinya dilakukan penindak tegas bila tertangkap, demikian Haryono.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.