Banjarmasin, (Antaranews) - Kementerian Perindustrian menetapkan Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan sebagai "champion" industri berbasis besi baja untuk mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan industri melalui pembangunan kawasan industri Batulicin.
Direktur Jendral Pengembangan Wilaya Industri (PPI) Kementerian Perindustrian Dedy Mulyadie pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu mengatakan, saat ini pemerintah telah menyusun berbagai rencana dan fasilitas pengembangan pusat industri di Batulicin tersebut.
Upaya yang telah dilakukan untuk pengembangan Batulicin sebagai pusat industri antara lain adalah penyusunan master plan kawasan industri Batulicin sejak tahun 2.000."Dengan menggunakan basis industri besi baja untuk pengembangan wilayah industri di Batulicin diharapkan akan menjadi penggerak pertumbuhan industri lainnya," katanya.
Sebagai contoh nyata, kata Dedy, kota Cilegon yang memiliki industri baja, kini pertumbuhan industrinya sangat tinggi, dan hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi di Tanah Bumbu.
Saat ini, tambah dia, pemerintah juga telah melakukan penyusunan rencana strategis (Renstra) kawasan industri Batulicin pada tahun 2012 dan diharapkan bisa direalisasikan pada tahun-tahun selanjutnya.
Selain itu, pada 2013 ini, juga dilakukan perencanaan pembangunan pusat inovasi besi baja di daerah tersebut.
"Telah ada investor yang masuk kawasan industri Batulicin tersebut yaitu PT Meratus Jaya Iron Steel," katanya.
Menurut Dedy, kenapa dipilih industri besi baja untuk dikembangkan di Tanah Bumbu, karena industri besi baja merupakan lokomotif industri lain, baik itu untuk industri pendukung, industri hilir maupun hulu.
Diungkapkan Dedy, pertumbuhan industri baja tersebut akan berkembang pesat, mengingat manusia membutuhkan besi baja dalam kehidupan sehari-harinya.
Selain itu, multiplier efek dari industri baja juga cukup besar, baik itu untuk pengurangan tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi daerah sekitar, serta untuk kemajuan daerah.
Menjadikan daerah Batulicin sebagai kawasan industri berbasis besi baja tersebut, tambah Dedy, diharapkan bisa mendapatkan dukungan dan peran pemerintah baik pusat dari beberapa kementerian terkait, kemudian pemerintah provinsi maupun kabupaten dalam berbagai sektor.
Dukungan tersebut, antara lain berupa memenuhi kebutuhan infrastruktur pada industri baja dan mendorong peran swasta membantu memenuhi pembangunan infrastruktur tersebut.
Selain itu, juga membuat regulasi yang mampu membuat investor tertarik melakukan investasi.
Pelaksanaan Musrenbang Kalimantan Selatan yang dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin juga dihadiri oleh sebagian Bupati dan Walikota se Kalsel serta pejabat dan kepala dinas SKPD Pemprov maupun kabupaten.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.