Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengatakan, kompetisi olahraga dan seni pondok pesantren nasional keenam tingkat provinsi setempat diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat terhadap pondok pesantren.

Menurut Gubernur pada pembukaan Pekan Olahraga dan Seni pondok pesantren nasional di Asrama Haji Banjarbaru, Selasa, pondok pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan agama tetapi juga olahraga, seni, dan bahkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Sesuai dengan harapan Menteri Agama bahwa pondok pesantren juga menjadi pusat pengembangan iptek. Jadi santri tidak hanya dipandang sebagai sosok yang pakai kopiah dan pakai sarung, tapi lebih dari itu," katanya.

Selain itu, ajang yang diikuti oleh ratusan santri tersebut, diharapkan juga akan mampu menjaring dan melahirkan atlet serta seniman berprestasi dari kalangan santri.

"Santri juga harus bisa membuktikan bahwa mereka bisa bersaing dalam dunia olahraga dan seni," katanya.

Bagi para santri yang keluar sebagai juara, kata dia, akan mewakili Kalsel pada ajang Pospenas tingkat nasional di Gorontalo.

"Saya berharap para peserta bisa sportif dan tetap mengedapankan nilai-nilai agama," katanya.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel H Abdul Halim H Ahmad mengatakan, Pospenas adalah ajang para santri di Kalsel untuk unjuk kebolehan di bidang olahraga dan seni.

Ajang ini, tambah dia, juga menjadi pembuktian bahwa santri tak hanya berprestasi dalam hal ilmu pengetahuan agama melainkan bidang lain yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

"Santri itu identik belajar kitab kuning tapi sekarang santri juga bersaing dalam bidang lomba selain agama yakni olahraga dan seni," katanya di hadapan para peserta Pospenas VI tingkat provinsi.

Pada ajang tiga tahunan tersebut, tercatat ada 546 santri yang ikut ambil bagian sebagai peserta.

Mereka akan bertanding pada 5 cabang olahraga dan 4 cabang seni dilombakan antara lain senam santri, atletik, tenis meja, bulu tangkis, dan pencak silat. Sementara cabang seni yang dilombakan antara lain fotografi islami, pidato, cipta puisi, dan kaligrafi.

"Saya berharap para peserta bisa bersaing secara sportif dan mengedepankan nilai-nilai Islami. Pemenang akan mendapatkan piala bergilir dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel," katanya.

Juara bertahan pada ajang tersebut adalah Kontingan Kabupaten Banjar, sedangkan peserta tahun ini merupakan para santri dari puluhan pondok pesantren yang ada di 13 kabupaten dan kota.

Kompetisi tersebut, bakal diselenggarakan pada 25 sampai 29 Maret mendatang.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026