Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - PT Pertamina Wilayah Kalimantan menggunakan kuota lama untuk mendistribusikan bahan bakar minyak di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak di Kalimantan Selatan menyebabkan antara pendistribusian dan kebutuhan tidak seimbang.
Senior Sales Eksekutif PT Pertamina Wilayah Kalimantan Hari Prasetyo usai rapat dengan Gubernur Kalsel dan pejabat terkait lainnya, di Banjarmasin Senin mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima kuota BBM bersubsidi untuk pendistribusian 2013.
"Jadi kita masih menggunakan kuota 2013 yaitu khusus premium sebesar 1.570 kiloliter per hari," katanya.
Sedangkan total kebutuhan premium seluruh Kalsel pada 2013, rata-rata adalah 1.650 kiloliter per hari, sehingga terjadi kekurangan atau selisih antara pendistribusian dan kebutuhan per harinya.
Kondisi tersebut, memicu terjadinya antrean hampir di seluruh SPBU di Kalsel dalam beberapa pekan terakhir.
"Kalau masalah kuota bukan wewenang kita, Pertamina hanya berwenangan untuk mendistribusikan," katanya.
Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan, pihaknya segera membuat surat untuk meminta agar ada tambahan kuota untuk Kalsel, minimal jumlahnya sama dengan realiasi pendistribusian 2012.
"Insya Allah akan kita antar sendiri surat tersebut kepada Kementerian ESDM, BPH Migas dan kementerian terkait lainnya, surat tersebut saya minta untuk segera diproses," katanya.
Realisasi BBM bersubsidi 2012 yaitu, khusus premium sebesar 557.333 kiloliter, karosine sebanyak 90.996 kiloliter dan solar 291.935 kiloliter.
Diharapkan, pada 2013, Kalsel mendapatkan jatah kuota BBM bersubsidi sama dengan realisasi penyaluran pada 2012 tersebut, sehingga kalau terjadi kekurangan tidak terlalu besar.
Hal itu, kata Gubernur, karena jumlah kendaraan bermotor di Kalsel yang semakin meningkat, di mana setiap tahunnya peningkatan jumlah kendaraan bermotor hingga 15-20 persen.
Sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan gejolak sosial, kata dia, diharapkan kuota BBM bersubsidi segera ditetapkan.
Dalam beberapa pekan terakhir ini, kelangkaan BBM bersubsidi di Kalsel kembali terjadi, khususnya premium, sedangkan solar telah lama terjadi.
Pemprov sebelumnya telah mengirim beberapa surat ke BPH Migas untuk penambahan kuota bersubsidi, terutama untuk premium dan solar, namun hingga kini belum mendapatkan tanggapan berarti.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.