Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel)- Warga Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan merasa terganggu pembangunan "flyover" (jembatan layang) sehingga minta kompensasi dari pemerintah.


"Banyak jalan lingkungan di Kecamatan Banjarmasin Timur yang rusak setelah menjadi jalan alternatif setelah pembangunan fly over" kata Camat Banjarmasin Timur, Ina Yuliani kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa.

Akibat banyak jalan yang rusak seperti berlubang, becek,berdebu membuat warga "menggerutu" dan meminta pemerintah memperbaiki jalan yang rusak tersebut,kata Ina Yuliani.

Memang setelah pembangunan flyover di jalan utama Jalan A Yani maka di kawasan itu terjadi kecamatan yang luar biasa, dan banyak pengguna jalan mencari jalan alternatif, seperti Jalan Kuripan Jalan Veteran, Jalan Pramkuka, serta jalan-jalan lingkungan.

Kerusakan yang parah terlihat di Jalan Kuripan dan Jalan Pramuka setelah dilalui kendaraan berat jalan tersebut berlubang-lubang besar, dan becek.

Melihat kerusakan tersebut, kata Ina Yuliani sudah sewajarnya pemerintah dalam hal ini Balai Besar Kementerian PU dan Dinas PU Kalsel memperbaiki jalan tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga, Ir Riduan menyatakan pemerintah segera memperbaiki Jalan Pramuka dan Jalan Kuripan yang rusak parah setelah menjadi jalan alternatif tersebut.

Menurut Riduan melihat kenyataan tersebut, pihaknya kini melakukan perbaikan dengan dana ratusan juta rupiah, terutama menutup lubang-lubang besar.

"Kita akan lakukan perbaikan sementara di sepanjang sekitar 700 meter di jalur tersebut, sebelum nantinya akan diperbaiki permanen," katanya.

Dijalur sepanjang 700 meter tersebut nantinya diperbaiki permanan tetapi sekarang belum waktunya, dan kini mendekati proses lelang, dengan adanya perbaikan permaean moga jalan tersebut mulus, katanya.

Beberapa warga mengeluhkan kondisi Jalan Pramuka, sebab akibat banyaknya jalan yang rusak seringkali terjadi kecelakaan, seperti pengendara yang jatuh ke lubang hingga pakaian kotor.

  Atau karena banyaknya lubang maka banyak pengendara yang berhati-hati lalu terjadi kemacetan, kata Abdul Hakim warga setempat menambahkan.    


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026