Komandan Kodim 1004 Kotabaru Letkol Inf Bayu Permana, di Kotabaru, Sabtu, mengatakan, dengan kerja sama tersebut lebih muda dalam mengurangi bahkan menghapuskan angka buta aksara di daerah pedesan.
Selama ini, ujar Bayu, masyarakat di daerah pedesaan masih ditemukan warga yang belum bisa membaca dan menulis.
Kondisi tersebut menjadi kendala bagi warga yang belum bisa baca tulis untuk menerima ilmu pengetahuan.
Dia mengatakan, melalui Komando Rayon Militer (Koramil) yang tersebar di seluruh daerah Kodim 1004 akan terus menggalakan kegiatan pemberantasan buta aksara.
Sebanyak 17 Makoramil di Kotabaru mempunyai tugas khusus, selain kegiatan sosial juga menyelenggarakan binter dalam rangka mendukung tugas pokok Kodim.
"Koramil menyelenggarakan Pembinaan Teritorial (Binter) diwilayah melalui berbagai macam kegiatan, diantaranya melaksanakan pembinaaan kesadaran berbangsa dan bernegara melalui pemahaman yang mendalam tentang tatanan nilai-nilai kebangsaan," jelasnya.
Koramil juga berperan meningkatkan kesadaran bela negara dan cinta tanah air melalui pemahaman yang mendalam tentang sejarah dan jati diri bangsa Indonesia, jiwa semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam membela negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Sedangkan, lanjut dia, pembinaan tentang kemanunggalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah TNI dari Rakyat berjuang bersama rakyat dan berbuat untuk kepentingan rakyat.
Melaksanakan kegiatan Bhakti TNI serta kegiatan-kegiatan yang lainnya yang berguna untuk rakyat dan kemajuan Bangsa Indonesia.
"Selain itu, Koramil menyelenggarakan pembinaan Perlawanan Rakyat (WANRA), sesuai tanggung jawab diwilayahnya, dalam rangka untuk menciptakan ketahanan dan keamanan wilayah dari ganguan-gangguan yang mengancam keamanan Bangsa Indonesia," ujarnya.
Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah pada Dinas Pendidikan Kotabaru Slamet Riyadi, beberapa waktu lalu, mengatakan, tingginya angka buta aksara di Kotabaru pada 2011 yang mencapai kisaran 13.883 orang atau sekitar tujuh persen dari penduduk "Bumi Saijaan" kini membuat dinas pendidikan harus kerja keras menyusun beberapa langkah strategis untuk menguranginya.
Selain memperbanyak Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dinas juga memperbanyak kelompok belajar atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di daerah kepulauan dan pesisir, terutama daerah yang menjadi kantong-kantong buta aksara.
"Sampai kini, Kotabaru telah memiliki sedikitnya 25 unit PKPBM yang tersebar di daerah kecamatan," katanya.
PKBM dan TBM masing-masing menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bagi warga yang belum bisa baca tulis, serta menyelenggarakan ujian penyetaraan paket A, B dan C. Khusus untuk paket A, B, dan C diperuntukkan bagi yang tidak sempat lulus SD, SMP dan SMA.
Dinas juga memberikan bantuan buku keagamaan, buku cerita dan bacaan-bacaan inspiratif sesuai dengan kondisi daerah kecamatan masing-masing, dan yang menjadi kantong buta aksara.
Terungkapnya angka buta aksara yang mencapai 13.883 orang tersebut, menurut Slamet, cukup mengejutkan dinas pendidikan. Karena berdasarkan data di dinas pendidikan pada 2009, jumlah masyarakat Kotabaru yang masih belum bisa baca tulis atau buta aksara hanya sekitar 180 orang.
Angka tersebut diperoleh dari data 2006-2007, bahwa jumlah warga Kotabaru yang belum bisa membaca dan menulis sekitar 6.450 orang.
Melalui APBD 2007 pemerintah daerah setempat mengalokasikan dana sekitar Rp1 miliar untuk mengurangi angka buta aksara dengan cara membuka pendidikan luar sekolah bagi 2.720 orang.
Di antara program yang dilaksanakan, membuka taman bacaan masyarakat (TBM) dan membangun pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) serta membuka paket ujian penyetaraan.
Program pengurangan buta aksara tersebut kemudian dilanjutkan pada APBD 2008 yang alokasi dananya sekitar Rp1,6 miliar dengan sasaran angka buta aksara 3.550 orang. Sisanya sekitar 180 orang akan dituntaskan pada APBD 2009 dengan alokasi dana sekitar Rp112,8 juta.
Dengan dana yang tidak sedikit jumlahnya tersebut, angka buta aksara di Kotabaru pada 2009 seyogyanya, sudah tidak ada lagi.
Namun kenyataanya, sebaliknya, angka buta aksara membludak hingga menjadi 13.883 orang.
Tingginya jumlah buta aksara tersebut terungkap dari hasil sesnsus penduduk 2010 yang dilakukan BPS Kotabaru.c
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.