Antrean panjang mobil masih terjadi untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seantero Kalimantan Selatan, termasuk Banjarmasin, ibu kota provinsi tersebut.

Pantauan Antara Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Ahad melaporkan, antrean panjang mobil untuk mendapatkan solar bersubsidi tersebut seperti terlihat pada SPBU Jalan A Yani km5,5 Banjarmasin.

Sebagaimana biasa, mobil yang mendominasi antrean panjang itu jenis truk serta mobil box, dan mengantre sejak awal atau sebelum SPBU tersebut memberikan layanan.

Bahkan ada yang terpaksa harus mengantre sejak subuh, seperti penuturan Abdillah, salah seorang sopir truk pengangkut material berupa batu gunung untuk bangunan.

Sementara SPBU tersebut. baru buka atau memberikan layanan sekitar pukul 06.00 wita, dan itupun belum bisa mengisi karena harus menunggu selesai pengisian tanker bawah tanah.

Sebelumnya atau Jumat (17 Mei) malam juga terjadi antrean panjang mobil yang mau mendapatkan solar bersubsidi pada SPBU Jalan A Yani km6 Banjarmasin.

Antrean panjang mobil tersebut tidak jarang pula jenis bus angkutan penumpang umum antarkota antarprovinsi (AKAP) seperti jurusan Banjarmasin - Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Beberapa sopir truk mengeluh karena selama dua tahun terakhir hampir belum pernah tidak mengantre untuk mendapatkan solar bersubsidi di SPBU.

"Karenanya ke depan, siapapun memimpin pemerintahan negara ini, persoalan BBM harus segera teratasi, terutama untuk kepentingan umum atau bersentuhan orang banyak," harap beberapa sopir AKAP.

Pewarta: Syamsudin Hasan

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019