Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan Kusudiarto mengatakan  Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan menurun dari tahun ketahun.

“Turunnya AKI dan AKB merupakan sebuah keberhasilan dari program Dinas kesehatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” kata Kusudiarto pada acara Rakor Dinas Kesehatan di Aula RSUD H Damanhuri Barabai, Selasa.

Menurutnya penurunan angka kematian ibu dan bayi  Hulu Sungai Tengah (HST) disebabkan pertolongan tenaga kesehatan yang semakin meningkat dan kemitraan dengan bidan kampung yang semakin membaik.

Adanya kerjasama antara fasilitas pelayanan kesehatan swasta dengan pemerintah mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan.

Ia menambahkan, adanya jaminan pembiayaan persalinan dan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah juga berperan dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Kusudiarto menerangkan pada tahun 2011 AKI sebesar 197 per 100.000 jiwa dan pada tahun 2012 menjadi 92 per 100.000 jiwa sedangkan untuk AKB pada tahun 2011 sebesar 13 per 1000 jiwa dan pada tahun 2012 menjadi 11,76 per 1000 jiwa.

Penurunan AKI dan AKB dapat mendorong peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat terutama pada cakupan imunisasi yang ikut membaik.    

Hal tersebut ditandai dengan pencapaian Universal Child Immunization (UCI) tingkat desa yang semakin meningkat, pada tahun 2011 UCI desa mencapai 79 persen kemudian meningkat pada tahun 2012 menjadi 87 persen.

“Meskipun telah mengalami peningkatan namun belum mencapai target UCI nasional sebesar 90%,” ungkapnya lagi.

Dinas Kesehatan Kabupaten HST telah melakukan berbagai upaya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat salah satunya melalui puskesmas keliling.

“Meskipun pelayanan kesehatan untuk daerah terpencil masih terbatas karena adanya hambatan geografis dan biaya untuk menjangkau daerah tersebut, namun kami terus berupaya melakukan yang terbaik dalam melayani kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta:

Editor : Asmuni Kadri


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013