Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan segera mengelola Pulau Manti menjadi tempat penyelamatan dan penangkaran penyu jenis Penyu Tempayan Ridel.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru, Latif MAP di Kotabaru, Sabtu mengungkapkan, saat ini habitat penyu terus terancam punah oleh penangkapan ilegal dan minimnya penangkaran.
"Agar habitatnya tidak punah pemerintah perlu mengambil langkah penyelamatan dengan menjadikan Pulau Manti menjadi lokasi penangkaran penyu," jelasnya.
Pulau Manti berada di wilayah Kecamatan Pulau Sebuku sekitar 12 mil dari Kotabaru dinilai cocok untuk pengembangbiakan penyu hijau dan penyu sisik.
Selain menjadi lokasi penyelamatan, Pulau Manti yang luasnya kurang dari 10 hektare tersebut dapat juga dijadikan lokasi penelitian dan lokasi wisata bahari di Kotabaru.
Untuk menjadi Pulau Manti menjadi lokasi penyelamatan penyu, penelitian dan wisata bahari, pemerintah daerah menggandeng perusahaan Bijih besi PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) dan perusahaan tambang batu bara PT Bahari Cakrawala Sebuku (BCS) di Pulau Sebuku.
Hingga kini Kotabaru masih memiliki beberapa pulau yang menjadi tempat habitat penyu diantaranya, Pulau Pamalikan dan Pulau Bira-Birahan di Wilayah Kecamatan Pulau Sembilan serta Sumergelap di Kecamatan Pulau Sebuku.
Sekitar tahun 80-an pemerintah masih mendapatkan penerimaan asli daerah dari pengelolaan penyu di beberapa pulau tersebut.
"Namun beberapa tahun terakhir setelah pengelolaan pulau itu dikuasai oleh individu maka penerimaan tersebut tidak ada lagi," kata Latif.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), Seksi Konservasi Wilayah III Kotabaru hingga saat ini belum memberikan konfirmasi terkait mulai berkurangnya populasi penyu di Pulau Sembilan.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru, Latif MAP di Kotabaru, Sabtu mengungkapkan, saat ini habitat penyu terus terancam punah oleh penangkapan ilegal dan minimnya penangkaran.
"Agar habitatnya tidak punah pemerintah perlu mengambil langkah penyelamatan dengan menjadikan Pulau Manti menjadi lokasi penangkaran penyu," jelasnya.
Pulau Manti berada di wilayah Kecamatan Pulau Sebuku sekitar 12 mil dari Kotabaru dinilai cocok untuk pengembangbiakan penyu hijau dan penyu sisik.
Selain menjadi lokasi penyelamatan, Pulau Manti yang luasnya kurang dari 10 hektare tersebut dapat juga dijadikan lokasi penelitian dan lokasi wisata bahari di Kotabaru.
Untuk menjadi Pulau Manti menjadi lokasi penyelamatan penyu, penelitian dan wisata bahari, pemerintah daerah menggandeng perusahaan Bijih besi PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) dan perusahaan tambang batu bara PT Bahari Cakrawala Sebuku (BCS) di Pulau Sebuku.
Hingga kini Kotabaru masih memiliki beberapa pulau yang menjadi tempat habitat penyu diantaranya, Pulau Pamalikan dan Pulau Bira-Birahan di Wilayah Kecamatan Pulau Sembilan serta Sumergelap di Kecamatan Pulau Sebuku.
Sekitar tahun 80-an pemerintah masih mendapatkan penerimaan asli daerah dari pengelolaan penyu di beberapa pulau tersebut.
"Namun beberapa tahun terakhir setelah pengelolaan pulau itu dikuasai oleh individu maka penerimaan tersebut tidak ada lagi," kata Latif.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), Seksi Konservasi Wilayah III Kotabaru hingga saat ini belum memberikan konfirmasi terkait mulai berkurangnya populasi penyu di Pulau Sembilan.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010