Angin puting beliung yang terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan pada Rabu (9/1) menyebabkan sekitar empat ratus rumah, empat tempat ibadah dan satu sekolah rusak serta ratusan pohon tumbang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemerintah Provinsi Kalsel, Rendra Fauzi, di Banjarmasin, Jumat, mengatakan, sekitar 400 rumah yang rusak tersebut tersebar pada lima kabupaten dan kota di Kalsel yaitu, Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
"Data yang berhasil kami himpun dari seluruh daerah, masih data sementara, belum seluruh daerah terdata, karena banyaknya lokasi yang terkena dampak puting beliung," kata Rendra.
Korban angin puting beliung di Kota Banjarmasin, yaitu di daerah Banua Anyar sebanyak 12 rumah dan satu tempat ibadah rusak, selain itu antena radio komunikasi BPBD Kalsel patah, serta puluhan pohon tumbang.
Sedangkan di Kota Banjarbaru, tidak terdata adanya rumah rusak, namun kejadian angin kencang tersebut menyebabkan, pohon tumbang di depan makam Syuhada, POM bensin, Fakultas Kehutanan Unlam Banjarbaru, serta di depan kantor Samsat dan Bappeda.
Selain itu, Baliho di Simpang Tiga Guntung Manggis, antena Pemkot Banjarbaru dan radar di Bandara Syamsudin Noor patah.
Selanjutnya, di Kabupaten Banjar, yaitu di Kecamatan Gambut angin puting beliung terjadi di delapan desa yang mengakibatkan 96 rumah rusak, Kecamatan Aluh-Aluh terdapat sembilan desa dengan 77 rumah dan dua tempat ibadah rusak.
Kecamatan Tatah Makmur, terdapat tiga desa terkena dampak angin kencang dengan 14 rumah dan satu sekolah rusak, dan Kecamatan Martapura Kota empat desa dan enam rumah rusak.
Kabupaten Tanah Laut, angin puting beliung menerjang Kecamatan Bumi Makmur pada sembilan desa, yaitu, Desa Handil Muka, sepuluh rumah rusak, Labuan Amas, 14 rumah rusak, Handil Suruk, tiga rumah, Bumi Harapan, lima rumah rusak, dua tiang listrik roboh serta satu orang luka-luka tertimpa atap rumah.
Kemudian, Desa Sungai Rasau mengakibatkan dua buah rumah, Desa Birayang tiga rumah, Handil Gayam, tiga rumah rusak, dan Birayang Bawah enam rumah rusak.
Terakhir yaitu, Kabupaten Hulu Sungai Selatan yaitu di Kecamatan Sei Raya, Simpur Kalumpang, Kandangan dan Padang Batung mengakibatkan, 150 kepala keluarga atau 315 jiwa mengalami trauma, dan 145 rumah rusak.
Dari 145 rumah yang rusak tersebut terdiri, 44 rumah mengalami rusak berat, 25 rumah rusak sedang dan 76 rumah rusak ringan.
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengatakan, pemerintah melalui BPBD sedang melakukan pendataan secara intensif untuk selanjutnya diberikan bantuan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
"Kami akan memberi bantuan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, namun kita belum bisa memutuskan berapa bantuan yang diberikan, karena jumlah korban dan kerugian sedang dalam proses pendataan," kata Gubernur.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemerintah Provinsi Kalsel, Rendra Fauzi, di Banjarmasin, Jumat, mengatakan, sekitar 400 rumah yang rusak tersebut tersebar pada lima kabupaten dan kota di Kalsel yaitu, Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
"Data yang berhasil kami himpun dari seluruh daerah, masih data sementara, belum seluruh daerah terdata, karena banyaknya lokasi yang terkena dampak puting beliung," kata Rendra.
Korban angin puting beliung di Kota Banjarmasin, yaitu di daerah Banua Anyar sebanyak 12 rumah dan satu tempat ibadah rusak, selain itu antena radio komunikasi BPBD Kalsel patah, serta puluhan pohon tumbang.
Sedangkan di Kota Banjarbaru, tidak terdata adanya rumah rusak, namun kejadian angin kencang tersebut menyebabkan, pohon tumbang di depan makam Syuhada, POM bensin, Fakultas Kehutanan Unlam Banjarbaru, serta di depan kantor Samsat dan Bappeda.
Selain itu, Baliho di Simpang Tiga Guntung Manggis, antena Pemkot Banjarbaru dan radar di Bandara Syamsudin Noor patah.
Selanjutnya, di Kabupaten Banjar, yaitu di Kecamatan Gambut angin puting beliung terjadi di delapan desa yang mengakibatkan 96 rumah rusak, Kecamatan Aluh-Aluh terdapat sembilan desa dengan 77 rumah dan dua tempat ibadah rusak.
Kecamatan Tatah Makmur, terdapat tiga desa terkena dampak angin kencang dengan 14 rumah dan satu sekolah rusak, dan Kecamatan Martapura Kota empat desa dan enam rumah rusak.
Kabupaten Tanah Laut, angin puting beliung menerjang Kecamatan Bumi Makmur pada sembilan desa, yaitu, Desa Handil Muka, sepuluh rumah rusak, Labuan Amas, 14 rumah rusak, Handil Suruk, tiga rumah, Bumi Harapan, lima rumah rusak, dua tiang listrik roboh serta satu orang luka-luka tertimpa atap rumah.
Kemudian, Desa Sungai Rasau mengakibatkan dua buah rumah, Desa Birayang tiga rumah, Handil Gayam, tiga rumah rusak, dan Birayang Bawah enam rumah rusak.
Terakhir yaitu, Kabupaten Hulu Sungai Selatan yaitu di Kecamatan Sei Raya, Simpur Kalumpang, Kandangan dan Padang Batung mengakibatkan, 150 kepala keluarga atau 315 jiwa mengalami trauma, dan 145 rumah rusak.
Dari 145 rumah yang rusak tersebut terdiri, 44 rumah mengalami rusak berat, 25 rumah rusak sedang dan 76 rumah rusak ringan.
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengatakan, pemerintah melalui BPBD sedang melakukan pendataan secara intensif untuk selanjutnya diberikan bantuan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
"Kami akan memberi bantuan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, namun kita belum bisa memutuskan berapa bantuan yang diberikan, karena jumlah korban dan kerugian sedang dalam proses pendataan," kata Gubernur.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013