Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Tabalong Mursalin meminta lahan persawahan di Desa Bilas Kecamatan Upau tidak dialihfungsikan menjadi lahan pertambangan batu bara.

Mengingat ratusan hektare lahan sawah di Desa Bilas sudah terkepung kegiatan penambangan batu bara

"Sebaiknya lahan sawah dipertahankan dan jangan sampai petani menjual ke perusahaan tambang," jelas Mursalin.

Hal ini disampaikan Mursalin saat menghadiri acara syukuran menjelang panen padi sawah di Desa Bilas.

Mursalin pun meminta perhatian pemerintah daerah membatasi aktifitas penambangan batu bara di Kecamatan Upau karena mengancam kelangsungan areal persawahan warga.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Tabalong Mawardi kalau lahan sawah bernama Mamas Desa Bilas ini memang harus dipertahankan.

 "Saya berkomitmen agar lahan persawahan tidak menjadi areal tambang guna mendukung peningkatkan produksi padi," jelas Mawardi.

Sementara itu luas lahan persawahan di Desa Bilas, Desa Masingai dan Desa Lok Batu yang berdekatan lokasi tambang batu bara sekitar 216 hektare.

Menurut satu penyuluh pertanian setempat Hery Lestiawan dampak aktifitas tambang menyebabkan lahan sawah terendam banjir di saat musim hujan.

"Tiap tahun bisa tanam padi tiga kali namun terkendala banjir jika musim hujan," jelas Hery.

Sedangkan di musim kemarau tidak semua areal sawah dapat pasokan air yang cukup.

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019