Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin menurun 2/3 kekuatan untuk melakukan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di kota setempat.

"Sebanyak 547 personel atau 2/3 kekuatan Polresta kami turunkan ke lapangan guna pengaman Pemilu 2019," kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto Sik di Banjarmasin, Senin.

Dikatakan, Polresta Banjarmasin dalam pengamanan Pemilu juga dibantu dari instansi lain di antaranya dari Polda Kalsel sebanyak 200 personel, Kodim 1007/Banjarmasin 100 personel, Korem 101/Ant sebanyak 200 personel, dan Batalyon 623/BWU sebanyak 60 personel.

Jadi, ada sekitar 1.000 lebih personel yang nantinya akan disebar ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kota Banjarmasin.

Dari data yang ada, ucap Kapolresta, di Kota Banjarmasin ada 1.879 TPS dan untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 447.049 pemilih dari 52 kelurahan.

Selain itu personel juga akan dilakukan pemetaan untuk menjaga beberapa TPS sesuai kualifikasinya. TPS sangat rawan akan dijaga dua personel untuk satu TPA, TPS rawan dijaga dua personel untuk TPS dan TPS kurang rawan dijaga dua personel untuk delapan TPS.

Saat ditanya, apakah di wilayah Kota Banjarmasin terdapat TPS rawan, Kapolresta mengatakan ada, salah satu TPS yang berlokasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Banjarmasin.

"Lapas termasuk dalam TPS rawan di mana pemilihnya lebih kurang 3.000 pemilih," ucapnya didampingin Wakapolresta Banjarmasin AKBP Rahmat Budi Handoko Sik.

Bukan itu saja, terang Kapolresta, selama pelaksanaan Pemilu, pelayanan di Polresta Banjarmasin tetap berjalan karena ada 1/3 personel yang bertugas untuk menjaga markas komando.

Pewarta: Gunawan Wibisono

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019